Foto: Pixabay/
PT Rifan Financindo Berjangka – Sejak awal tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah didukung oleh pergerakan beberapa saham Initial Public Offering (IPO) yang mengalami kenaikan signifikan. Namun, pergerakan IHSG tetap berada dalam tren sideways. Tanpa kehadiran saham IPO ini, potensi pergerakan IHSG yang lebih tidak menguntungkan pun muncul.
Rekor Saham IPO 2023
Pada tahun 2023, jumlah saham IPO mencatat rekor historis. Hingga pertengahan November, 77 perusahaan telah melantai perdana di bursa saham, dan dua perusahaan lagi dijadwalkan melakukannya pada akhir bulan. Dari jumlah tersebut, ada tiga saham yang mengalami kenaikan luar biasa, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap poin IHSG. Pertama, sejak awal tahun 2023, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) telah memberikan kontribusi sebesar 175,14 poin untuk IHSG, melonjak dengan impresif sebanyak 576,5% hanya dalam sebulan setelah IPO.
Baca: Laba Bersih DRMA Naik 107,8% di Kuartal III, Ini Pemicunya
Dalam periode yang sama, IHSG didukung oleh saham IPO lainnya, yaitu saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN), dengan poin indeks sebesar 136,99 dan kenaikan harga saham sebesar 318,9% year to date (YTD). Selain itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) memberikan kontribusi poin indeks sebesar 28,73, dengan kenaikan harga saham yang melonjak lebih dari 61 kali lipat.
Tautan dengan Prajogo Pangestu
Perlu dicatat bahwa dua dari tiga saham ini terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu, yaitu BREN dan CUAN. Kenaikan fenomenal kedua saham ini telah mendorong konglomerat Indonesia tersebut menjadi individu terkaya di tanah air pada tahun ini.
Akumulasi Poin IHSG
Dengan mengkonsolidasikan poin indeks dari ketiga saham IPO ini, total akumulatif mencapai 340,80. Nilai ini hampir setara dengan 5% dari posisi IHSG pada hari ini, Selasa (14/11/2023) pukul 14.38 WIB, yang berada pada 6866,06.
Baca: 7 Emiten Bakal Tebar Dividen, Cum Datenya Pekan Ini
Perlu diingat bahwa kenaikan yang signifikan pada ketiga saham ini dan posisi mereka sebagai saham pendatang baru umumnya menimbulkan risiko volatilitas yang lebih tinggi. Jika kita menghilangkan porsi poin indeks yang diberikan oleh ketiga saham IPO ini, IHSG diasumsikan hanya sekitar 6525,25.
Kewaspadaan Terhadap Profit Taking
Oleh karena itu, para pelaku pasar perlu memantau dengan cermat pergerakan ketiga saham ini. Dengan kenaikan yang signifikan, risiko profit-taking menjadi sangat mungkin terjadi. Jika hal itu sudah mulai terjadi, dampak domino pada pergerakan IHSG perlu diantisipasi.
Sumber: Cnbcindonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
