PT Rifan Financindo Berjangka – Harga emas mengalami penurunan di pasar Asia pada hari Selasa, melampaui level penting, karena para pedagang beralih ke dolar menjelang rilis data inflasi AS. Data ini dianggap krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Emas, yang sebelumnya mengalami aksi ambil untung dalam dua minggu terakhir, terdorong ke level terendah dalam tiga minggu karena ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, mengurangi daya tarik emas.
Pada perdagangan di pasar spot, emas turun 0,1% menjadi $1,944.71 per ons. Sementara itu, emas berjangka yang berakhir pada bulan Desember mengalami penurunan 0,1% menjadi $1,948.25 per ons pada pukul 00:32 ET (05:32 GMT).
Harga emas saat ini tertekan oleh penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury. Para pelaku pasar terutama memfokuskan perhatian mereka pada aset-aset yang sensitif terhadap suku bunga menjelang rilis data inflasi indeks harga konsumen utama hari ini.
Data yang diantisipasi akan menunjukkan penurunan inflasi hingga bulan Oktober, mengikuti peningkatan inflasi yang melampaui ekspektasi selama dua bulan terakhir. Informasi ini juga datang tak lama setelah sejumlah pejabat Federal Reserve memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga.
Sumber: Investing.com & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
