PT Rifan Financindo Berjangka – Emas mengalami pelemahan setelah reli pada hari Jumat, seiring dengan harapan bahwa Federal Reserve dapat menghindari penerapan pengetatan moneter lebih lanjut.
Pada hari Jumat, harga emas batangan menguat sementara imbal hasil Treasury mengalami penurunan. Hal ini terjadi setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat melambat lebih dari yang diperkirakan pada bulan Oktober, sementara tingkat pengangguran naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun. Hasil ini memberikan indikasi baru bahwa kebijakan bank sentral mampu mengendalikan inflasi. Suku bunga yang lebih rendah biasanya memberikan dukungan positif bagi harga emas, yang tidak memberikan imbal hasil kepada pemegangnya.
Meskipun mengalami pelemahan, logam mulia masih naik lebih dari 8% setelah mendapatkan dorongan dari pembelian aset safe haven sebagai respons terhadap serangan Hamas terhadap Israel sebulan yang lalu.
Pada pasar spot, harga emas turun sebesar 0,2% menjadi $1,989.52 per ons pada pukul 8:47 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami perubahan yang tidak signifikan. Sementara itu, harga perak, platinum, dan paladium mengalami penurunan.
Kondisi pasar emas mencerminkan dinamika yang kompleks dan sensitif terhadap berita dan peristiwa global, terutama yang berkaitan dengan kebijakan moneter dan perkembangan ekonomi. Investor dan pelaku pasar terus mengamati perkembangan ini dengan cermat, karena emas tetap menjadi salah satu aset yang dicari dalam situasi ketidakpastian ekonomi.
Sumber: Bloomberg & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
