PT Rifan Financindo Berjangka – Emas, salah satu aset investasi yang paling dicari, saat ini mendekati level terendahnya sejak bulan Maret. Penurunan ini terjadi seiring pasar yang secara cermat menunggu laporan bulanan mengenai tenaga kerja AS, yang diharapkan akan membantu menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Emas telah mengalami penurunan selama dua minggu berturut-turut, dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS. Federal Reserve telah dengan tegas menyatakan niatnya untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat dalam jangka waktu yang lebih lama. Kenaikan suku bunga yang berkelanjutan biasanya memiliki dampak negatif pada harga emas, karena emas tidak menghasilkan bunga.
Pasar saat ini sedang menantikan data tenaga kerja AS yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat. Data ini diperkirakan akan menunjukkan perlambatan ringan dalam perekrutan tenaga kerja. Jika data ini tidak memenuhi ekspektasi di sisi bawah, hal ini dapat mengurangi tekanan pada harga emas batangan dengan mengurangi spekulasi mengenai pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve.
Hingga saat ini, harga emas di pasar spot hanya mengalami perubahan kecil, berada pada angka $1,820.67 per ons pada pukul 8:27 pagi di Singapura. Meskipun mengalami penurunan sekitar 1,5% selama minggu ini, harga emas masih menjadi sorotan para investor. Sementara itu, indeks Spot Dollar Bloomberg mengalami perubahan yang minim. Perak tetap stabil, sementara paladium dan platinum mengalami penurunan.
Sumber : www.rfbnews.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
