Harga Emas Bertahan Kuat Setelah RUU Fiskal Trump Disetujui Senat, Dolar Melemah

Harga emas dunia kembali mencatat penguatan signifikan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap posisi fiskal Amerika Serikat. Sentimen ini muncul setelah Senat AS menyetujui RUU pajak multi-triliun dolar yang diajukan oleh Presiden Donald Trump.

Harga emas spot diperdagangkan mendekati $3.340 per troy ounce, menyusul lonjakan lebih dari 2% dalam dua sesi sebelumnya.

🧾 RUU Trump dan Risiko Fiskal AS

RUU pajak yang disahkan diperkirakan akan memperbesar defisit anggaran AS hingga $3,3 triliun dalam 10 tahun ke depan. Situasi ini menciptakan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal AS, memicu arus modal masuk ke aset safe haven seperti emas.

Saat ini, RUU tersebut masih menunggu persetujuan dari DPR AS. Jika disahkan secara penuh, prospek fiskal AS yang melemah bisa mendorong permintaan emas lebih lanjut.

πŸ’΅ Dolar Melemah, Treasury Naik, Emas Tetap Tangguh

Pelemahan lanjutan Dolar AS β€” yang kini berada di level terendah sejak 2022 β€” menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Meski imbal hasil obligasi AS (US Treasury yields) turut meningkat usai rilis data lapangan kerja yang solid, efek negatif terhadap emas tertahan karena dolar yang lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli global.

β€œBiasanya, yield tinggi menekan emas, tapi pelemahan dolar memberikan dukungan signifikan saat ini,” ujar analis pasar global dari KCM Trade, Tim Waterer.

πŸ“Š Fokus ke Data Tenaga Kerja dan Tarif Dagang

Ke depan, pelaku pasar akan fokus pada data ketenagakerjaan AS untuk bulan Juni yang akan dirilis pada Kamis (4/7). Data tersebut diperkirakan menunjukkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan dan kenaikan tingkat pengangguran β€” kondisi yang bisa memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Sementara itu, ketidakpastian seputar negosiasi dagang AS tetap membayangi, di tengah pernyataan Trump yang menegaskan tidak akan menunda deadline pemberlakuan tarif baru pada 9 Juli.

πŸ“ˆ Tren Harga Emas Tahun Ini

Sepanjang 2025, harga emas telah naik lebih dari 25%, didukung oleh:

  • Ketegangan geopolitik global
  • Kekhawatiran perdagangan internasional
  • Pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia

Saat ini, emas hanya terpaut sekitar $160 dari rekor tertinggi yang dicapai pada bulan April lalu.


Kesimpulan:
Dengan kondisi fiskal AS yang semakin longgar, melemahnya dolar, serta potensi pelonggaran kebijakan moneter, harga emas masih memiliki ruang untuk reli lebih lanjut β€” terutama jika risiko geopolitik dan ketegangan dagang kembali meningkat.

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.