Setelah menyentuh rekor $3.500, emas melemah karena aksi ambil untung, sikap damai dari Trump terhadap The Fed dan China, serta membaiknya selera risiko pasar.
๐ Sorotan Utama:
๐ธ Harga Turun Dua Hari Berturut-Turut
- Penurunan 1,9% di awal perdagangan Asia (Rabu).
- Ditutup turun 1,3% pada Selasa.
- Saat ini berada di $3.339,94/oz (pukul 07:46 WIB, Singapura).
๐ธ Aksi Ambil Untung
- Investor mulai membukukan keuntungan setelah reli tajam di bulan April.
- Indeks RSI 14-hari menunjukkan emas berada di zona overbought.
๐ธ Trump Redakan Ketegangan
- Trump menyatakan tidak akan memecat Ketua The Fed, Powell.
- Sinyal kemungkinan pemangkasan tarif impor China dari 145% saat ini.
- “Kami akan bersikap sangat baikโฆ pada akhirnya mereka harus membuat kesepakatan,” ujar Trump.
๐ธ Sentimen Risiko Membaik
- Saham rebound, dolar dan obligasi stabil.
- Selera terhadap aset berisiko meningkat.
๐ธ Fundamental Masih Solid
- Emas tetap naik >25% YTD (year-to-date).
- Didukung ketegangan perdagangan, kekhawatiran pertumbuhan global, dan permintaan kuat dari:
- Bank sentral
- ETF berbasis emas
๐ฐ Pergerakan Logam Lain
- Perak & Paladium: Sedikit naik.
- Platinum: Stabil.
- Indeks Dolar Bloomberg: Naik 0,3%.
๐ Kesimpulan
Meski terkoreksi dari rekor, tren jangka menengah emas tetap kuat. Sikap damai Trump sedikit menenangkan pasar, namun ketidakpastian global dan fundamental yang mendukung masih jadi alasan emas tetap dilirik sebagai aset safe haven.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
