Harga emas stabil tepat di bawah rekor tertingginya, di tengah meningkatnya kecemasan pasar atas rencana tarif baru dari AS terhadap sektor strategis seperti semikonduktor dan farmasi.
π Sorotan Utama:
πΈ Dekat Rekor
- Emas sedikit berubah di $3.211,90 per ons pada pukul 8:27 pagi di Singapura.
- Masih dekat dengan rekor $3.245 yang dicapai awal minggu ini.
πΈ Pemicu Kecemasan Baru
- Pemerintahan Trump membuka penyelidikan terhadap impor semikonduktor & farmasi.
- Hal ini dianggap membuka jalan bagi tarif tambahan β memicu kekhawatiran pasar.
πΈ Ketegangan Perang Dagang Mendorong Emas
- Emas telah naik lebih dari 20% sepanjang tahun ini.
- Kekhawatiran terhadap pertumbuhan global dan kehilangan kepercayaan pada aset AS, seperti obligasi negara, memperkuat daya tarik emas.
πΈ Komentar dari Pejabat AS
- Menkeu Scott Bessent: aksi jual obligasi βtidak perlu dibesar-besarkan.β
- Gubernur The Fed Christopher Walker: pemotongan suku bunga kemungkinan terjadi pada paruh kedua 2025.
πΈ Prospek Positif Jangka Panjang
- Goldman Sachs: harga emas bisa naik ke $4.000 per ons pada pertengahan 2026.
- Kenaikan didukung oleh arus masuk ke ETF emas dan pembelian oleh bank sentral.
πΈ Dukungan dari Tiongkok
- Lonjakan permintaan di Tiongkok, konsumen emas terbesar di dunia.
- Ada juga peningkatan perdagangan spekulatif dan arus dana ke ETF lokal.
π Logam lain:
- Perak turun, sementara platinum dan paladium stabil.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot mendatar setelah melemah selama lima hari.
π Kesimpulan
Kecemasan pasar atas arah kebijakan dagang AS terus menopang harga emas. Dengan ekspektasi penurunan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, emas tetap menjadi aset andalan bagi investor pencari perlindungan.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka β Kvn
