Harga emas mundur dari rekor tertingginya, karena pasar mencerna kebijakan tarif terbaru Presiden AS Donald Trump dan penguatan sementara dolar AS.
๐ Sorotan Utama:
๐ธ Koreksi Setelah Rekor Tertinggi
- Emas spot turun 0,5% ke $3.220,43 per ons di awal perdagangan Senin (11/4).
- Sebelumnya sempat menyentuh rekor $3.245,48 per ons pada hari Jumat.
- Koreksi ini terjadi setelah kenaikan lebih dari 6% pekan lalu.
๐ธ Sinyal Tarif Tambahan dari Trump
- Trump mengisyaratkan tarif terpisah untuk elektronik konsumen dan microchip.
- Sebelumnya, AS menjeda tarif untuk produk seperti smartphone dan komputer.
- Ketidakpastian berlanjut โ memicu aksi campuran di pasar aset aman.
๐ธ Dolar AS Stabil, Menekan Harga Emas
- Penguatan dolar AS membuat emas lebih mahal bagi investor luar negeri.
- Setelah penurunan selama tiga hari, Indeks Bloomberg Dollar Spot stabil.
๐ธ Peringatan dari Pasar
- Chris Weston (Pepperstone): โEmas terlalu panas untuk dijual pendek, tetapi juga terlalu overbought untuk dikejar.โ
- Pasar emas sedang dalam โmode buas absolutโ.
๐ธ Fokus Mingguan: Bank Sentral Global
- Investor menantikan respons Bank Sentral Eropa dan Otoritas Moneter Singapura.
- Diharapkan akan ada pelonggaran kebijakan moneter โ potensi dukungan lanjutan untuk emas.
- Suku bunga rendah memperkuat daya tarik emas, yang tidak memberikan bunga.
๐ Logam lain:
- Perak turun, sementara platinum dan paladium menguat.
๐ Kesimpulan
Meskipun emas terkoreksi tipis dari puncaknya, permintaan tetap tinggi di tengah ketidakpastian global. Pergerakan kebijakan Trump dan arah suku bunga dunia akan tetap menjadi katalis utama pergerakan logam mulia dalam waktu dekat.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
