Harga emas stabil pada awal pekan ini karena pasar bersiap menghadapi gelombang tarif baru dari AS terhadap Tiongkok — sebuah langkah yang dikhawatirkan akan memicu eskalasi besar dalam perang dagang global.
🔍 Sorotan Utama:
🔸 Tarif AS Naik Drastis, Tiongkok Bersiap Membalas
- AS akan menaikkan tarif atas barang-barang Tiongkok hingga 104%.
- Presiden Trump menyebut Tiongkok sebagai “pelanggar terburuk” dan melanjutkan tarif terhadap sekitar 60 mitra dagang.
- Harapan untuk meredanya ketegangan semakin pudar, meskipun ada inisiatif diplomatik dari Asia dan Eropa.
🔸 Harga Emas Masih Kuat Meski Mundur dari Puncak
- Emas sempat mencetak rekor tertinggi $3.167,84 per ons pekan lalu.
- Saat ini, emas untuk pengiriman segera berada di $2.980,84 per ons.
- Stabilitas harga menunjukkan permintaan tetap kuat, meski terjadi aksi ambil untung.
🔸 Faktor Pendukung Tetap Ada
- Pembelian bank sentral dan arus dana ke ETF emas terus menopang harga.
- Spekulasi bahwa Federal Reserve bisa mempercepat pemangkasan suku bunga jika ketegangan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi.
- Suku bunga rendah = dukungan tambahan untuk emas.
📉 Indeks Bloomberg Dollar Spot: Turun 0,3%
🔻 Logam lainnya: Perak, platinum, dan paladium semuanya melemah.
Kesimpulan
Kekhawatiran akan perang dagang besar mendorong investor kembali ke emas, meski volatilitas tinggi menahan lonjakan lebih lanjut. Pasar akan terus mencermati respon Tiongkok dan potensi langkah moneter dari The Fed.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
