Harga emas terus turun untuk hari ketiga berturut-turut karena perbaikan sentimen pasar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
๐ Faktor-Faktor Penurunan Harga Emas:
๐น Kebijakan Tarif AS
- Tarif timbal balik AS akan difokuskan pada “Dirty 15” (negara-negara dengan defisit perdagangan terbesar dengan AS).
- Penerapan tarif terbatas mengurangi ketidakpastian pasar, sehingga mengurangi permintaan aset safe haven seperti emas.
- Wall Street menguat seiring optimisme investor atas kebijakan perdagangan AS.
๐น Imbal Hasil & Dolar AS Menguat
- Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 4,331%.
- Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,20% ke 104,35, menekan harga emas yang dihargai dalam dolar.
- Imbal hasil riil AS naik menjadi 1,980%, memperburuk tekanan pada emas yang tidak memberikan imbal hasil.
๐น Data Ekonomi AS
- PMI Manufaktur S&P Global (Maret): Turun dari 52,7 ke 49,8 (kontraksi sektor industri).
- PMI Jasa S&P Global (Maret): Naik dari 51,0 ke 54,3 (momentum sektor jasa kuat).
- Pernyataan Fed: Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, hanya mendukung satu kali pemotongan suku bunga tahun ini dan tidak melihat inflasi kembali ke target hingga 2027.
๐ Harga Emas Spot: Mendekati $3.000 per ons (tertekan)
๐ Imbal Hasil Treasury AS 10 Tahun: Naik ke 4,331%
๐ Indeks Dolar AS (DXY): Naik 0,20% ke 104,35
๐ Proyeksi Suku Bunga The Fed: Pasar mengantisipasi pelonggaran 62,5 basis poin pada 2025
๐ก Kesimpulan:
Kenaikan imbal hasil AS dan penguatan dolar terus menekan harga emas. Investor kini memantau perkembangan tarif AS dan sikap The Fed terhadap kebijakan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
(Sumber: Fxstreet)
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
