Harga emas bergerak naik pada awal perdagangan Asia hari Senin, setelah mengalami koreksi selama dua sesi sebelumnya. Logam mulia ini diperdagangkan di dekat $2.650 per ons, di tengah ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan terakhirnya tahun ini.
Sorotan Utama:
- Pemangkasan Suku Bunga oleh Fed:
- Fed diproyeksikan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan hari Rabu, sejalan dengan ekspektasi pasar.
- Pedagang swap memperkirakan total tiga pemangkasan suku bunga selama 12 bulan ke depan, yang mendukung prospek bullish untuk emas.
- Data AS yang Beragam:
- Inflasi grosir AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan peningkatan klaim pengangguran minggu lalu memicu aksi jual emas. Namun, sentimen investor tetap terfokus pada kebijakan moneter yang lebih akomodatif di masa depan.
- Kinerja Tahunan yang Mengesankan:
- Dengan kenaikan 29% sepanjang tahun ini, emas berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak 2010.
- Kenaikan ini didukung oleh pelonggaran moneter oleh Fed, permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik, dan pembelian emas oleh bank sentral global.
- Prospek 2025 oleh WGC (World Gold Council):
- Meskipun momentum saat ini kuat, World Gold Council memperkirakan kenaikan harga emas akan melambat pada 2025.
- Faktor-faktor seperti perang dagang yang mungkin terjadi selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, inflasi yang melambat, serta pertumbuhan ekonomi yang di bawah standar dapat membatasi permintaan emas dari investor dan konsumen.
Pergerakan Pasar Saat Ini:
- Harga emas spot naik 0,1% menjadi $2.650,48 per ons pada pukul 8:04 pagi waktu Singapura.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%, memberikan dukungan tambahan bagi emas.
- Logam mulia lainnya menunjukkan kinerja yang bervariasi:
- Perak dan platinum stabil.
- Paladium sedikit menguat.
Outlook Minggu Ini:
Fokus utama pasar akan tertuju pada keputusan suku bunga Fed dan panduan kebijakan ke depan. Dengan ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut, emas kemungkinan besar akan mempertahankan posisinya sebagai aset lindung nilai utama.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
