Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif besar terhadap Meksiko dan Kanada. Investor semakin mencari aset safe haven di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak kebijakan proteksionis Trump terhadap perekonomian global.
Faktor Penggerak Pasar
- Ancaman Tarif Trump
- Trump menegaskan akan mengenakan tarif 25% pada impor dari Kanada dan Meksiko mulai 1 Februari.
- China juga menjadi target ancaman tarif baru, meskipun tanpa rincian lebih lanjut.
- Ancaman ini meningkatkan ketidakpastian global, mendorong permintaan emas sebagai aset safe haven.
- Kebijakan Federal Reserve
- The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah serangkaian pemangkasan sejak September.
- Powell menegaskan bank sentral berada dalam mode “wait and see” terkait dampak kebijakan Trump.
- Pedagang kini fokus pada data indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan dirilis Jumat (31/1), yang diperkirakan menunjukkan sedikit peningkatan inflasi.
- Pergerakan Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi
- Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%, membatasi reli emas.
- Imbal hasil obligasi AS masih dalam tekanan karena ketidakpastian kebijakan moneter The Fed.
Pergerakan Harga Logam Mulia
- Harga emas spot: Naik 0,1% menjadi $2.797,82 per ons pada pukul 8:22 pagi waktu Singapura, setelah menyentuh rekor $2.799,65 per ons.
- Perak, paladium, dan platinum: Stabil.
Outlook Pasar
Ancaman tarif Trump serta ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter AS terus mendorong permintaan emas. Jika tensi perdagangan meningkat dan The Fed tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga, emas dapat terus mencetak rekor baru dalam waktu dekat.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
