Emas Turun Tipis Seiring Penguatan Dolar Mengimbangi Permintaan Aset Haven

Harga emas mengalami sedikit penurunan setelah Presiden AS Donald Trump resmi mengenakan tarif impor terhadap Kanada, Meksiko, dan Tiongkok. Kenaikan tajam dolar AS melemahkan daya tarik emas sebagai aset safe haven, meskipun ketidakpastian global meningkat akibat potensi perang dagang.

Faktor-Faktor Penggerak Pasar

  1. Tarif Impor Trump
    • AS mengenakan tarif 25% untuk barang dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk barang dari Tiongkok mulai Selasa.
    • Impor energi dari Kanada juga dikenakan pungutan 10%.
    • Kanada, Meksiko, dan Tiongkok mengumumkan tindakan balasan, sementara Uni Eropa mengancam akan merespons dengan tegas.
  2. Kekuatan Dolar AS
    • Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,9%, memperpanjang kenaikan minggu lalu sebesar 1%.
    • Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli global, menekan permintaan logam mulia.
  3. Prospek Suku Bunga The Fed
    • Perang dagang meningkatkan risiko inflasi, yang dapat menahan The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
    • Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral berada dalam mode “wait and see” sebelum mengambil langkah kebijakan lebih lanjut.
  4. Dampak terhadap Pasar
    • Perang dagang berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan merombak rantai pasokan dunia.
    • Meskipun emas biasanya mendapat keuntungan dalam situasi ketidakpastian, lonjakan dolar dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menekan harga emas.

Pergerakan Harga Logam Mulia

  • Harga emas spot turun 0,2% menjadi $2.794,30 per ons pada pukul 8:03 pagi di Singapura.
  • Perak, platinum, dan paladium semuanya melemah.

Outlook Pasar

Meskipun emas tetap dekat dengan rekor tertingginya, tekanan dari penguatan dolar dan kebijakan The Fed dapat membatasi kenaikannya dalam jangka pendek. Namun, jika perang dagang semakin intensif, permintaan safe haven bisa kembali mengangkat harga emas.

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.