Harga emas tetap stabil pada Selasa (24/12) di tengah penilaian pasar terhadap prospek penurunan suku bunga Federal Reserve yang lebih lambat pada tahun 2025.
Sorotan Utama:
- Harga Emas:
- Emas batangan diperdagangkan mendekati $2.616 per ons, setelah turun 0,4% pada hari sebelumnya.
- Stabilitas ini terjadi di tengah data kepercayaan konsumen AS yang menunjukkan penurunan tak terduga pada bulan Desember, dipicu oleh kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump.
- Kebijakan Suku Bunga Fed:
- Federal Reserve telah mengisyaratkan jalur penurunan suku bunga yang lebih lambat, dengan fokus pada penurunan tekanan inflasi sebelum melanjutkan pelonggaran.
- Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas, karena menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
- Performa Emas Tahun Ini:
- Harga emas telah naik lebih dari 25% sepanjang tahun 2024, mencapai rekor tertinggi yang didorong oleh pelonggaran moneter AS, permintaan safe haven, dan pembelian oleh bank sentral global.
- Namun, penguatan dolar pasca-pemilu Donald Trump mulai membatasi reli harga logam mulia ini.
- Dampak Dolar AS:
- Indeks Bloomberg Dollar Spot datar setelah naik 0,3% pada hari sebelumnya, yang menunjukkan stabilitas sementara.
- Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang non-USD, yang cenderung menekan permintaan.
Harga Terbaru:
- Emas spot: Stabil di $2.616,38 per ons pada pukul 8:56 pagi waktu Singapura.
- Logam lainnya: Perak, platinum, dan paladium tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Kesimpulan:
Stabilitas harga emas mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang kebijakan moneter Federal Reserve yang akan datang. Data ekonomi dan prospek kebijakan pada tahun 2025 akan terus menjadi pendorong utama arah harga logam mulia ini.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
