Harga emas melanjutkan penurunannya dalam perdagangan pasca-liburan Natal yang relatif sepi, diperdagangkan mendekati $2.630 per ons pada sesi Asia, Jumat (27/12).
Faktor Utama yang Mempengaruhi:
- Daya Tarik Safe-Haven:
- Permintaan terhadap emas tetap tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
- Konflik geopolitik yang berkepanjangan, seperti Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, memberikan dukungan terhadap daya tarik aset safe-haven.
- Sinyal Kebijakan Federal Reserve:
- Data inflasi PCE AS yang moderat menantang ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve pada tahun 2025.
- Jika pemangkasan suku bunga terus berlanjut, emas dapat memperoleh keuntungan sebagai aset yang lebih kompetitif dibandingkan aset berbunga.
- Kinerja Emas Tahun Ini:
- Emas berada di jalur untuk menutup tahun dengan kenaikan 27%, menjadikannya performa tahunan terbaik sejak 2010.
- Pendorong utama kenaikan ini termasuk:
- Pembelian oleh bank sentral di berbagai negara.
- Pelonggaran moneter oleh bank sentral global.
- Ketidakpastian geopolitik yang mendorong permintaan aset aman.
- Kondisi Pasar Saat Ini:
- Perdagangan pasca-liburan masih sepi, dengan fokus pelaku pasar tertuju pada prospek kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump dan perkembangan suku bunga Fed.
Harga Terkini:
- Emas spot: Stabil di $2.630 per ons, dengan volatilitas rendah.
- Logam lainnya: Tidak disebutkan perubahan signifikan.
Kesimpulan:
Meski mengalami tekanan harga dalam jangka pendek, emas tetap didukung oleh berbagai faktor makroekonomi dan geopolitik. Dengan potensi pelonggaran suku bunga lebih lanjut pada tahun 2025 dan meningkatnya risiko global, logam mulia ini berpeluang mempertahankan posisi sebagai aset safe-haven utama.
Sumber: FXStreet
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
