Harga emas naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa (10/9), mendekati $2.525 per ons, karena para pedagang menunggu data inflasi AS yang mungkin akan memberikan petunjuk mengenai besarnya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan.
Angka inflasi konsumen dan produsen yang akan dirilis pada Rabu malam menjadi fokus utama pasar. Survei oleh 22V Research menunjukkan bahwa 56% responden percaya bahwa inflasi inti berada pada “jalur yang menguntungkan The Fed,” namun para pedagang kini juga memperhatikan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja yang dapat mempengaruhi seberapa agresif pemangkasan suku bunga yang akan dilakukan.
Emas spot tercatat naik 0,3% menjadi $2.525,17 per ons pada pukul 8:09 pagi waktu London, hanya sekitar $7 dari rekor tertinggi yang dicapai bulan lalu sebesar $2.531,75. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,2% setelah tiga sesi kenaikan, sementara perak, platinum, dan paladium juga mengalami kenaikan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
