Harga emas bertahan di level tertinggi setelah serangkaian kenaikan, didukung oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang mendorong permintaan aset safe haven.
Faktor-Faktor Penggerak Pasar
- Ketegangan Geopolitik Meningkat
- Presiden Donald Trump menyebut AS dapat mengambil alih Gaza dan ingin memulai kesepakatan nuklir baru dengan Iran.
- Washington diperkirakan akan mengajukan rencana untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina minggu depan.
- Perang Dagang AS-Tiongkok & Tarif Global
- Kekhawatiran perang dagang AS-Tiongkok terus mendukung emas, dengan investor waspada terhadap potensi bea masuk tambahan oleh Trump terhadap negara lain.
- Dealer emas global mulai mengalihkan logam mulia ke AS sebelum tarif diberlakukan, menandakan meningkatnya permintaan.
- Ketidakpastian Ekonomi & Kebijakan Moneter AS
- Emas telah naik 9% sepanjang tahun ini, didorong oleh minat dari bank sentral dunia.
- Laporan ekonomi terbaru menunjukkan pelemahan permintaan layanan, mengisyaratkan perlambatan aktivitas ekonomi di tengah kehati-hatian konsumen AS.
- Pasar masih menunggu dampak tarif terhadap inflasi dan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Pergerakan Harga Logam Mulia
- Harga emas spot stabil di $2.868,15 per ons pada pukul 8:33 pagi di Singapura.
- Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi $2.882,36 per ons pada hari Rabu.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit berubah setelah melemah 0,9% dalam dua sesi terakhir.
- Harga perak, platinum, dan paladium naik, mencerminkan meningkatnya permintaan logam mulia.
Outlook Pasar
Emas tetap dalam tren bullish dengan dukungan kuat dari ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi. Jika perang dagang memanas dan inflasi meningkat, emas berpotensi mencetak rekor baru dalam waktu dekat.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
