Emas sedang mengalami fase konsolidasi di awal sesi Asia setelah mencatatkan rekor tertinggi baru-baru ini. Menurut analis dari Citi Research, emas tetap menjadi pilihan sebagai lindung nilai terhadap potensi resesi di pasar negara maju serta meningkatnya ketidakpastian terkait pemilu AS tahun ini.
Aakash Doshi, seorang analis dalam sebuah catatan, menyebutkan bahwa bank-bank AS masih mempertahankan pandangan bullish terhadap emas dalam jangka menengah. Mereka bahkan menetapkan probabilitas sebesar 25% bahwa harga emas akan mencapai rata-rata $2,300 per ons dalam dua tahun ke depan.
Meskipun demikian, harga emas di pasar spot mengalami sedikit perubahan, diperdagangkan pada level $2,114.77 per ons.
Sumber: Marketwatch
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
