Emas menunjukkan stabilitas setelah mengalami penurunan pada sesi sebelumnya, dipicu oleh data yang mengindikasikan bahwa konsumen memperkirakan inflasi akan terus berlanjut.
PT Rifan Financindo Berjangka – Kenaikan imbal hasil Treasury terjadi setelah laporan pada hari Rabu menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek di Amerika Serikat naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan pada bulan November, sementara pandangan terhadap harga jangka panjang tetap pada tingkat yang belum pernah terlihat sejak tahun 2011. Meskipun data ini melemahkan spekulasi tentang kemungkinan Federal Reserve beralih ke kebijakan suku bunga yang lebih rendah, pedagang opsi pun melepas taruhan dovish. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung berdampak negatif bagi emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Meskipun mengalami penurunan, logam mulia ini masih mencatat kenaikan lebih dari 2,5% sejak awal pekan lalu. Investor tetap berhati-hati, terutama karena harga emas berada di sekitar level kunci $2,000 per ons.
Pada pasar spot, harga emas naik sebesar 0,1% menjadi $1,991.42 per ons pada pukul 8:07 pagi di Singapura setelah mengalami penurunan sebesar 0,4% pada hari Rabu. Indeks Bloomberg Dollar Spot tetap datar. Sementara perak dan platinum mengalami perubahan yang kecil, paladium mengalami penurunan.
Sumber: Bloomberg & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
