
Euro kembali menghadapi tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 21 Oktober 2026. Pasangan mata uang EUR/USD bergerak di sekitar 1,1225 pada awal sesi Asia, berada di bawah level 1,1250, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gejolak politik dan kondisi fiskal Prancis. Gelombang demonstrasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda menambah ketidakpastian pasar, sementara arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih menjadi faktor penting bagi pergerakan dolar AS.
Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar perlu memperhatikan dua faktor utama yang berpotensi menentukan arah euro, yakni perkembangan krisis politik dan anggaran Prancis serta ekspektasi kebijakan moneter AS. Kombinasi keduanya dapat memengaruhi minat investor terhadap aset Eropa, pergerakan imbal hasil obligasi, dan volatilitas nilai tukar EUR/USD dalam beberapa sesi mendatang.
Level 1,1200 kini menjadi perhatian penting karena berfungsi sebagai ambang psikologis bagi pasar. Apabila tekanan terhadap euro berlanjut dan pasangan EUR/USD menembus area tersebut, risiko pelemahan lanjutan dapat meningkat. Sebaliknya, meredanya ketegangan di Prancis atau perubahan ekspektasi suku bunga AS berpotensi memberikan ruang bagi euro untuk memulihkan sebagian kerugiannya.
Krisis Politik Prancis Membebani Pergerakan Euro
Ketidakpastian politik Prancis kembali menjadi salah satu sumber tekanan utama bagi mata uang tunggal Eropa. Demonstrasi yang berlanjut dan kekhawatiran terhadap stabilitas pemerintahan meningkatkan kehati-hatian investor dalam menilai prospek ekonomi serta kondisi keuangan negara tersebut.
Prancis memiliki peran penting dalam perekonomian kawasan euro. Karena itu, gejolak politik di negara tersebut tidak hanya memengaruhi persepsi investor terhadap aset domestik Prancis, tetapi juga berpotensi memengaruhi sentimen terhadap kawasan Eropa secara lebih luas.
Ketika ketidakpastian politik meningkat, investor cenderung menilai kembali risiko yang melekat pada aset berdenominasi euro. Keputusan untuk mengurangi eksposur terhadap aset Eropa dapat menambah tekanan jual pada mata uang tersebut, terutama ketika dolar AS menawarkan daya tarik relatif yang lebih besar.
Pemerintah Prancis juga menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap pengelolaan anggaran. Persoalan ini menjadi semakin penting karena investor tidak hanya menilai situasi politik berdasarkan intensitas demonstrasi, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan pemerintah menjalankan kebijakan ekonomi secara konsisten.
Menurut laporan Newsmaker.id pada 21 Oktober, otoritas Prancis bersiap menghadapi gelombang demonstrasi baru pada akhir pekan. Pemerintah dilaporkan mempertimbangkan pengerahan sebagian personel militer untuk membantu menjaga keamanan, sedangkan Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyatakan pembatasan aktivitas malam hari dapat kembali diberlakukan di wilayah yang membutuhkan.
Perkembangan tersebut membuat pasar semakin sensitif terhadap berita politik dari Paris. Apabila demonstrasi meluas atau respons pemerintah memicu ketidakpastian tambahan, sentimen terhadap euro berpotensi tetap negatif. Sebaliknya, tanda-tanda stabilisasi politik dan kepastian mengenai langkah pemerintah dapat membantu mengurangi premi risiko yang diperhitungkan investor.
Risiko Fiskal Prancis Menjadi Ancaman bagi EUR/USD
Selain persoalan politik, kondisi fiskal Prancis menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menganalisis pelemahan euro. Investor memantau kemampuan pemerintah mengendalikan defisit anggaran, menjaga keberlanjutan utang publik, serta mempertahankan kepercayaan pasar terhadap pembiayaan negara.
Risiko fiskal biasanya tercermin melalui pasar obligasi pemerintah. Ketika investor menilai risiko suatu negara meningkat, mereka dapat meminta imbal hasil yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas ketidakpastian tersebut. Kenaikan biaya pinjaman kemudian berpotensi mempersempit ruang fiskal pemerintah dan menambah tantangan bagi pengelolaan utang.
Dalam konteks Prancis, perhatian pasar tidak berhenti pada besarnya utang atau defisit secara terpisah. Investor juga menilai prospek pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, kemampuan pemerintah menyepakati kebijakan anggaran, serta perbandingan risiko dengan negara lain di kawasan euro.
Jika kepercayaan terhadap pengelolaan fiskal melemah, tekanan dapat menyebar dari obligasi pemerintah ke aset keuangan lainnya. Investor internasional mungkin mengurangi kepemilikan aset Prancis atau meminta kompensasi risiko lebih besar sebelum menambah eksposur.
Meskipun demikian, memburuknya kondisi fiskal suatu negara tidak otomatis menyebabkan euro melemah setiap saat. Dampaknya terhadap EUR/USD bergantung pada besarnya perubahan ekspektasi pasar, respons kebijakan pemerintah dan Bank Sentral Eropa (ECB), serta kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Bagi pelaku pasar, indikator yang perlu diamati meliputi:
- Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis: kenaikan yang berkelanjutan dapat mengindikasikan meningkatnya persepsi risiko pembiayaan.
- Selisih imbal hasil obligasi Prancis dan Jerman: pelebaran spread dapat menunjukkan bahwa investor meminta kompensasi risiko lebih besar untuk memegang obligasi Prancis.
- Perkembangan anggaran pemerintah: kepastian mengenai langkah pengendalian defisit dapat membantu memulihkan kepercayaan.
- Respons pasar valuta asing: pelemahan euro yang beriringan dengan meningkatnya tekanan pada aset Prancis dapat memperkuat indikasi memburuknya sentimen risiko.
Dengan demikian, perkembangan pasar obligasi menjadi pelengkap penting dalam membaca arah EUR/USD. Pergerakan nilai tukar akan lebih mudah dipahami apabila dianalisis bersama perubahan premi risiko dan prospek kebijakan fiskal Prancis.
Kebijakan The Fed Menjadi Penentu Tambahan bagi Euro
Selain perkembangan di Prancis, kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah EUR/USD. Perbedaan ekspektasi suku bunga antara The Fed dan ECB dapat memengaruhi aliran modal internasional serta daya tarik relatif dolar AS dan euro.
Dalam laporan Newsmaker.id pada 21 Oktober, peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober diperkirakan hanya 16,1%. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih diperkirakan berada di atas 90%. Angka tersebut menggambarkan ekspektasi pasar dalam laporan tersebut, bukan keputusan resmi bank sentral.
Ekspektasi pengetatan kebijakan pada Desember tetap relevan bagi pasar valuta asing. Apabila investor memperkirakan suku bunga AS akan bertahan tinggi atau meningkat, aset berdenominasi dolar dapat menawarkan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan aset dengan risiko dan karakteristik serupa.
Namun, hubungan antara suku bunga dan nilai tukar tidak selalu berlangsung secara langsung. Pasar bergerak berdasarkan perbedaan antara ekspektasi sebelumnya dan informasi terbaru. Jika peluang kenaikan suku bunga telah diperhitungkan dalam harga, penguatan dolar dapat terbatas meskipun proyeksi kebijakan tetap ketat.
Laporan Reuters pada 20 Oktober menunjukkan bahwa mayoritas ekonom yang disurvei memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober dan kembali menaikkannya pada Desember. Reuters juga menyoroti inflasi yang masih berada di atas target bank sentral sebagai salah satu alasan kebijakan moneter berpotensi tetap ketat.
Bagi EUR/USD, kondisi ini menciptakan dua jalur risiko. Pertama, data ekonomi AS yang kuat dan inflasi yang persisten dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sehingga menekan euro. Kedua, pelemahan data ekonomi atau berkurangnya tekanan inflasi dapat mendorong pasar mengurangi taruhan terhadap pengetatan kebijakan dan memberikan kesempatan bagi euro untuk pulih.
Karena itu, kita perlu membedakan antara keputusan suku bunga aktual dan ekspektasi yang berkembang di pasar. Perubahan ekspektasi sering kali memengaruhi pergerakan mata uang bahkan sebelum keputusan resmi diumumkan.
Dolar AS Tidak Selalu Menguat di Tengah Krisis Eropa
Meskipun gejolak Prancis memberikan tekanan terhadap euro, penguatan dolar AS tidak dapat dianggap sebagai hasil yang otomatis. Dolar juga dipengaruhi oleh kondisi pasar obligasi Amerika Serikat, sentimen terhadap saham teknologi, perkembangan geopolitik, serta prospek ekonomi global.
Reuters melaporkan pada 21 Oktober bahwa indeks dolar AS stabil di sekitar 101,78 setelah turun 0,2% pada perdagangan Selasa. Penurunan imbal hasil Treasury AS dan harga minyak turut membatasi penguatan dolar, meskipun mata uang tersebut masih memperoleh dukungan dari permintaan aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan gejolak saham berbasis kecerdasan buatan.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pasar valuta asing sedang menghadapi sejumlah faktor yang bergerak ke arah berbeda. Risiko politik Prancis cenderung membebani euro, tetapi pelemahan dolar dapat mengimbangi tekanan tersebut.
Kondisi tersebut penting dalam membaca EUR/USD. Pasangan ini menunjukkan nilai satu euro dalam dolar AS. Dengan demikian, EUR/USD dapat naik karena euro menguat, dolar melemah, atau kombinasi keduanya. Sebaliknya, pasangan ini dapat turun ketika euro melemah lebih cepat daripada dolar.
Sebagai contoh, apabila ketidakpastian politik Prancis meningkat sementara imbal hasil Treasury AS turun tajam, euro tetap dapat bertahan atau bahkan menguat terhadap dolar apabila tekanan terhadap mata uang AS lebih besar. Sebaliknya, jika gejolak Prancis berlanjut dan ekspektasi suku bunga The Fed semakin ketat, tekanan terhadap EUR/USD berpotensi meningkat.
Kita perlu menghindari analisis yang hanya berfokus pada satu mata uang. Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh, pergerakan EUR/USD sebaiknya dibandingkan dengan indeks dolar AS, imbal hasil Treasury, serta spread obligasi Prancis dan Jerman.
Pernyataan Christine Lagarde dan Arah Kebijakan ECB
Pasar juga mencermati komunikasi dari Bank Sentral Eropa. Pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap suku bunga, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan respons kebijakan terhadap ketidakpastian di kawasan euro. Agenda resmi ECB mencantumkan partisipasi Lagarde dalam sebuah diskusi di Wiesbaden, Jerman, pada 21 Oktober 2026.
Bagi pelaku pasar, perhatian utama bukan hanya pada pernyataan mengenai inflasi, tetapi juga pada bagaimana ECB menilai keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Jika inflasi masih tinggi, ruang untuk pelonggaran kebijakan dapat terbatas. Sebaliknya, apabila prospek pertumbuhan memburuk dan tekanan inflasi mereda, ekspektasi kebijakan yang lebih akomodatif dapat berkembang.
Dalam konteks krisis Prancis, ECB juga menghadapi tantangan komunikasi. Bank sentral harus menjaga stabilitas harga dan kondisi keuangan kawasan euro tanpa menciptakan kesan bahwa kebijakan moneternya ditentukan oleh kebutuhan fiskal satu negara.
Pernyataan yang dinilai hawkish—yakni mengindikasikan kebijakan suku bunga yang relatif ketat—dapat mendukung euro apabila meningkatkan ekspektasi imbal hasil aset Eropa. Sebaliknya, nada dovish atau lebih lunak dapat membatasi pemulihan euro, khususnya jika The Fed diperkirakan mempertahankan kebijakan ketat.
Namun, dampak pernyataan ECB akan bergantung pada konteksnya. Sikap hawkish tidak selalu menghasilkan penguatan euro apabila pasar menilai risiko politik dan fiskal Prancis lebih dominan. Demikian pula, pernyataan dovish tidak selalu memicu penurunan apabila sebagian besar ekspektasi negatif telah tercermin dalam harga.
Analisis Teknikal EUR/USD: Level 1,1200 Menjadi Fokus
Catatan: Level berikut merupakan kerangka analisis berdasarkan harga yang dilaporkan pada 21 Oktober 2026, bukan kuotasi langsung atau sinyal transaksi terverifikasi.
Pasangan EUR/USD berada di sekitar 1,1225 pada awal sesi Asia, di bawah level 1,1250. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa euro masih menghadapi tekanan dan pasar perlu memantau apakah harga mampu kembali bertahan di atas area yang telah dilewati.
Level penting EUR/USD
- 1,1300 (Area pemulihan lanjutan), Perlu diperhatikan apabila harga mampu menembus area 1,1250 dan mempertahankan momentum naik. Ini merupakan level pengamatan skenario, bukan resistansi terkonfirmasi.
- 1,1250 (Ambang pemulihan awal), Area yang perlu direbut kembali untuk menilai apakah tekanan jual mulai mereda.
- 1,1225 (Referensi harga terkini), Level EUR/USD yang dilaporkan pada awal sesi Asia, 21 Oktober.
- 1,1200 (Level psikologis utama), Penembusan yang terkonfirmasi dapat memperkuat risiko pelemahan, sedangkan penolakan harga di area ini dapat membuka peluang konsolidasi.
Skenario bearish: EUR/USD menembus 1,1200
Skenario bearish akan semakin relevan apabila EUR/USD bergerak di bawah 1,1200 dan mampu bertahan di bawah level tersebut. Konfirmasi melalui penutupan candle dan tindak lanjut pergerakan harga dapat membantu membedakan penembusan yang berkelanjutan dari pergerakan sesaat. Skenario ini dapat diperkuat apabila demonstrasi di Prancis semakin meluas, ketidakpastian anggaran meningkat, spread obligasi Prancis-Jerman melebar, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap tinggi. Dalam kondisi tersebut, tekanan jual euro berpotensi meningkat. Namun, target penurunan berikutnya sebaiknya ditentukan berdasarkan data grafik terkini, swing low sebelumnya, dan indikator teknikal yang relevan, bukan dengan menetapkan target harga tanpa konfirmasi.
Skenario bullish: EUR/USD kembali di atas 1,1250
Skenario pemulihan dapat berkembang apabila EUR/USD mampu kembali menembus 1,1250 dan mempertahankan posisi di atasnya. Pergerakan tersebut perlu disertai berkurangnya tekanan jual serta dukungan dari faktor fundamental, seperti meredanya ketegangan di Prancis atau melemahnya ekspektasi pengetatan The Fed. Jika momentum pemulihan berlanjut, area 1,1300 dapat menjadi referensi pengamatan berikutnya. Meski demikian, kenaikan menuju level tersebut tidak dapat dianggap pasti karena risiko politik dan fiskal Prancis masih dapat membatasi minat beli euro.
Skenario netral: EUR/USD bergerak mendatar
Konsolidasi dapat terjadi apabila pasar belum memperoleh informasi baru yang cukup kuat untuk menentukan arah. Dalam situasi ini, pelaku pasar dapat menunggu perkembangan demonstrasi, pernyataan pejabat bank sentral, dan perubahan ekspektasi suku bunga sebelum meningkatkan posisi. Pergerakan mendatar bukan berarti risiko telah hilang. Volatilitas dapat meningkat ketika berita politik atau ekonomi baru muncul, terutama apabila pasar telah membangun posisi besar ke salah satu arah.
Diagram Alur: Faktor yang Memengaruhi Pergerakan EUR/USD
Diagram berikut menggambarkan hubungan utama antara krisis Prancis, kebijakan moneter, dan arah pasangan EUR/USD.

Diagram tersebut menegaskan bahwa arah EUR/USD tidak ditentukan oleh satu indikator saja. Risiko politik Prancis memengaruhi permintaan euro, sementara kebijakan The Fed dan ECB mengubah daya tarik relatif kedua mata uang. Pergerakan harga kemudian menjadi alat untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor tersebut telah tercermin dalam pasar.
Faktor yang Perlu Dipantau Investor pada 21 Oktober 2026
Untuk menilai kelanjutan tekanan terhadap euro, kita dapat memusatkan perhatian pada sejumlah indikator berikut.
| Faktor | Sinyal yang perlu diperhatikan | Potensi dampak terhadap EUR/USD |
|---|---|---|
| Demonstrasi di Prancis | Eskalasi atau meredanya ketegangan | Eskalasi dapat menekan euro; stabilisasi dapat membantu pemulihan |
| Kebijakan anggaran Prancis | Kepastian langkah fiskal dan pengendalian defisit | Ketidakpastian yang meningkat dapat menambah premi risiko |
| Spread obligasi Prancis-Jerman | Pelebaran atau penyempitan selisih imbal hasil | Pelebaran dapat mencerminkan memburuknya persepsi risiko Prancis |
| Komunikasi The Fed | Perubahan ekspektasi suku bunga Oktober dan Desember | Ekspektasi kebijakan lebih ketat dapat mendukung dolar |
| Pernyataan ECB | Penilaian inflasi, pertumbuhan, dan risiko kawasan euro | Nada kebijakan dapat mengubah ekspektasi imbal hasil euro |
| Indeks dolar AS | Penguatan atau pelemahan dolar secara luas | Dolar yang melemah dapat memberi ruang bagi EUR/USD untuk pulih |
| Pergerakan harga | Respons di sekitar 1,1200 dan 1,1250 | Membantu menilai konfirmasi momentum, bukan menentukan arah secara pasti |
Kita juga perlu memperhatikan perkembangan di pasar energi dan geopolitik. Kenaikan harga energi dapat memengaruhi prospek inflasi, ekspektasi suku bunga, dan sentimen risiko global. Dampaknya terhadap euro maupun dolar bergantung pada seberapa besar perubahan tersebut memengaruhi prospek ekonomi kedua kawasan.
Tidak semua indikator akan memberikan sinyal yang sama. Ketika faktor fundamental bertentangan, reaksi harga dan perubahan ekspektasi pasar menjadi semakin penting untuk menilai faktor mana yang paling dominan.
Prospek Euro dan EUR/USD: Apa yang Menentukan Arah Berikutnya?
Dalam jangka pendek, prospek euro masih menghadapi tantangan selama ketidakpastian politik dan fiskal Prancis belum mereda. Tekanan terhadap mata uang tersebut dapat bertahan apabila investor terus mengurangi eksposur terhadap aset Eropa, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember tetap kuat. Meskipun demikian, pelemahan euro tidak harus berlangsung satu arah. Perubahan sentimen terhadap dolar AS, penurunan imbal hasil Treasury, atau pernyataan ECB yang lebih mendukung euro dapat memicu pemulihan sementara maupun perubahan arah yang lebih luas.
Laporan Reuters pada 21 Oktober memperlihatkan bahwa dolar sendiri menghadapi tekanan akibat penurunan imbal hasil Treasury dan harga minyak. Artinya, meskipun krisis Prancis tetap menjadi risiko negatif bagi euro, faktor dari Amerika Serikat dapat mengimbangi atau memperbesar dampak tersebut. Untuk jangka menengah, penyelesaian persoalan fiskal Prancis akan menjadi faktor penting dalam memulihkan kepercayaan investor. Kepastian anggaran, stabilitas pemerintahan, dan kemampuan mengendalikan biaya pinjaman dapat membantu mengurangi persepsi risiko. Sebaliknya, memburuknya situasi politik dapat membuat tekanan terhadap aset Prancis bertahan lebih lama.
Dari sisi moneter, pasar akan terus mengevaluasi apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga pada Desember dan bagaimana ECB merespons perkembangan inflasi serta pertumbuhan ekonomi kawasan euro. Perubahan ekspektasi kedua bank sentral tersebut berpotensi memengaruhi perbedaan imbal hasil dan arah arus modal.
Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, kita dapat menempatkan EUR/USD dalam tiga kemungkinan utama:
- Bearish: ketidakpastian Prancis meningkat, premi risiko obligasi melebar, dan ekspektasi pengetatan The Fed menguat.
- Bullish: gejolak politik mereda, kepercayaan terhadap aset Eropa membaik, dan tekanan terhadap dolar berlanjut.
- Konsolidasi: faktor negatif dan positif saling mengimbangi sehingga pasar menunggu katalis baru.
Level 1,1200 tetap menjadi referensi psikologis penting dalam menilai tekanan jangka pendek. Namun, keputusan analisis sebaiknya tidak hanya bergantung pada satu angka. Konfirmasi harga, kondisi pasar obligasi, dan perubahan ekspektasi bank sentral perlu dipertimbangkan secara bersamaan.
Kesimpulan: Krisis Prancis Membatasi Pemulihan Euro
Euro masih berada di bawah tekanan terhadap dolar AS pada 21 Oktober 2026, dengan EUR/USD dilaporkan bergerak di sekitar 1,1225 pada awal sesi Asia. Ketidakpastian politik Prancis, demonstrasi yang belum mereda, dan kekhawatiran terhadap kondisi fiskal menjadi faktor utama yang membatasi pemulihan mata uang tunggal Eropa. Pada saat yang sama, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember memberikan dukungan potensial bagi dolar. Meski peluang kenaikan pada pertemuan Oktober relatif rendah menurut laporan Newsmaker.id, arah kebijakan berikutnya masih menjadi perhatian investor.
Kita perlu mencermati perkembangan politik Prancis, spread obligasi Prancis-Jerman, imbal hasil Treasury AS, serta komunikasi The Fed dan ECB. Kombinasi indikator tersebut akan membantu menentukan apakah tekanan terhadap euro berlanjut atau mulai mereda. Apabila EUR/USD menembus 1,1200 dengan konfirmasi yang memadai, risiko penurunan lebih lanjut patut diwaspadai. Sebaliknya, jika pasangan ini kembali bertahan di atas 1,1250 dan didukung perbaikan sentimen, peluang pemulihan dapat terbuka. Kedua skenario tetap bergantung pada perkembangan fundamental dan validasi pergerakan harga.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Euro dan EUR/USD
1. Mengapa euro melemah pada 21 Oktober 2026?
Euro tertekan akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap gejolak politik dan kondisi fiskal Prancis. Ketidakpastian tersebut mengurangi kepercayaan investor terhadap aset Eropa, sementara ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed yang relatif ketat turut memengaruhi daya tarik dolar AS.
2. Berapa posisi EUR/USD pada 21 Oktober 2026?
Menurut laporan Newsmaker.id, EUR/USD bergerak di sekitar 1,1225 pada awal sesi Asia, di bawah level 1,1250. Angka tersebut merupakan referensi dari laporan pada waktu itu, bukan harga pasar langsung.
3. Mengapa krisis fiskal Prancis dapat memengaruhi euro?
Prancis merupakan salah satu perekonomian utama zona euro. Kekhawatiran terhadap defisit, utang publik, dan stabilitas pemerintahan dapat meningkatkan premi risiko aset Prancis serta memengaruhi sentimen investor terhadap mata uang euro.
4. Apakah EUR/USD berpotensi turun di bawah 1,1200?
Risiko tersebut dapat meningkat jika tekanan terhadap euro berlanjut dan harga menembus 1,1200 secara meyakinkan. Namun, penembusan level tersebut tidak menjamin penurunan lanjutan karena arah dolar AS, kebijakan bank sentral, dan sentimen global juga memengaruhi pasangan mata uang ini.
5. Bagaimana pengaruh The Fed terhadap EUR/USD?
Kebijakan The Fed memengaruhi daya tarik dolar melalui perubahan suku bunga dan ekspektasi imbal hasil. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS cenderung mendukung dolar, sedangkan berkurangnya ekspektasi pengetatan dapat memberikan ruang bagi euro untuk pulih, dengan asumsi faktor lain tidak berubah secara signifikan.
6. Apa yang harus dipantau sebelum mengambil keputusan terkait EUR/USD?
Pelaku pasar sebaiknya memantau perkembangan politik dan fiskal Prancis, spread obligasi Prancis-Jerman, data ekonomi AS, komunikasi The Fed dan ECB, serta konfirmasi teknikal pada grafik EUR/USD. Pengelolaan risiko tetap diperlukan karena pergerakan nilai tukar dapat berubah cepat ketika informasi baru muncul.
