PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), perusahaan sekuritas milik pengusaha Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, resmi menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap II Tahun 2025 dengan jumlah pokok maksimal Rp500 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penghimpunan dana melalui pasar modal guna memperkuat struktur pembiayaan perseroan.
Target Dana Rp2 Triliun dari Program Obligasi Berkelanjutan
Penerbitan obligasi ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan II TRIM, dengan total target dana yang ingin dihimpun sebesar Rp2 triliun.
- Dari total penerbitan tahap II, sebesar Rp90 miliar dijamin penuh (full commitment).
- Sisanya, Rp410 miliar dijamin dengan kesanggupan terbaik (best effort).
Skema ini memberikan fleksibilitas kepada perseroan untuk memastikan terserapnya sebagian besar obligasi, sekaligus menunjukkan komitmen underwriter dalam mendukung aksi korporasi TRIM.
Struktur Obligasi: Dua Seri dengan Kupon Kompetitif
Obligasi yang diterbitkan tanpa warkat ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi. TRIM membaginya ke dalam dua seri:
- Seri A: Bunga tetap 6,75% per tahun, tenor 370 hari kalender.
- Seri B: Bunga tetap 8,25% per tahun, tenor 3 tahun.
Pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan, dengan pembayaran pertama jatuh pada 8 Januari 2026. Untuk pokok obligasi, pelunasan akan dilakukan secara penuh atau bullet payment pada saat jatuh tempo.
Bagi investor, skema ini menawarkan pilihan menarik antara instrumen jangka pendek dengan bunga lebih rendah atau tenor menengah dengan imbal hasil lebih tinggi.
Alokasi Dana: Fokus ke Modal Kerja
Manajemen TRIM menegaskan bahwa dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan seluruhnya untuk modal kerja perseroan. Rinciannya:
- 70% digunakan untuk pembiayaan REPO perseroan.
- 30% dialokasikan untuk pembiayaan marjin.
Strategi penggunaan dana ini mencerminkan fokus TRIM pada penguatan bisnis inti di sektor pasar modal, khususnya dalam mendukung transaksi nasabah dan menjaga likuiditas.
Implikasi Bagi Pasar & Investor
Penerbitan obligasi TRIM memiliki beberapa implikasi strategis:
- Bagi TRIM → memperkuat modal kerja dan menjaga daya saing dalam layanan sekuritas.
- Bagi Investor Obligasi → memberikan instrumen pendapatan tetap dengan kupon menarik, terutama seri B yang menawarkan 8,25% per tahun.
- Bagi Pasar Modal → menunjukkan bahwa permintaan pendanaan korporasi melalui instrumen obligasi tetap tinggi, meski pasar saham tengah volatil.
- Bagi Strategi Investasi → investor bisa memanfaatkan obligasi TRIM sebagai alternatif diversifikasi portofolio, khususnya bagi mereka yang menginginkan instrumen fixed income dengan risiko moderat.
Kesimpulan
Penerbitan obligasi Rp500 miliar oleh TRIM menjadi langkah penting dalam memperkuat permodalan dan menjaga likuiditas bisnis di tengah dinamika pasar. Dengan struktur kupon kompetitif dan alokasi dana yang jelas, aksi korporasi ini tidak hanya memberi peluang bagi investor fixed income, tetapi juga mencerminkan kepercayaan emiten terhadap prospek pasar modal Indonesia.
Bagi investor, perkembangan ini menjadi sinyal penting untuk terus memantau penerbitan obligasi di sektor keuangan, yang semakin memainkan peran krusial dalam diversifikasi aset dan strategi mitigasi risiko investasi.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
