Israel Serang Qatar, Harga Minyak Mulai Rally

Harga Minyak Menguat di Tengah Ketidakpastian

Pada perdagangan Rabu pagi (10/9/2025), harga minyak dunia naik tipis.

  • Brent: US$66,91 per barel
  • WTI: US$63,17 per barel
    Kedua harga tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan Selasa, menunjukkan tren penguatan meski masih terbatas.

Faktor Geopolitik: Israel Serang Qatar

Kenaikan harga minyak dipicu oleh serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Qatar.
Peristiwa ini meningkatkan tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah—wilayah vital bagi pasokan energi global.

Tekanan Tambahan dari Kebijakan AS dan Uni Eropa

Di saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan tarif sekunder bagi importir minyak Rusia, termasuk China dan India.
Jika kebijakan ini dijalankan, ekspor minyak Rusia berpotensi terganggu dan memperketat pasokan global.

Reli Harga Minyak Masih Tertahan

Meskipun sempat melonjak hampir 2% awal pekan, reli harga minyak tertahan karena pasar menilai fundamental masih rapuh:

  • Pasokan global relatif longgar
  • AS memberi jaminan kepada Qatar bahwa serangan tidak akan terulang
    Hal ini menurunkan tekanan risiko jangka pendek.

Faktor Moneter: Menanti Keputusan The Fed

Pasar energi juga menanti keputusan Federal Reserve yang diperkirakan akan memangkas suku bunga pekan depan.
Jika terealisasi, pelonggaran moneter bisa mendorong permintaan energi melalui aktivitas ekonomi yang lebih kuat.

Peringatan dari EIA dan Kebijakan OPEC+

Namun, EIA memperingatkan harga minyak masih berisiko melemah dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena OPEC+ berencana menaikkan produksi.
Artinya, faktor geopolitik mungkin hanya memberi dorongan sementara.

Implikasi Bagi Investor

Bagi pelaku pasar keuangan, berita ini menegaskan beberapa poin penting:

  • Short term: Harga minyak berpotensi volatil karena geopolitik.
  • Medium term: Kebijakan tarif sekunder dan OPEC+ jadi kunci arah harga.
  • Strategi investasi: Investor energi dapat mempertimbangkan lindung nilai (hedging) dan diversifikasi di saham sektor energi, sembari mengamati respons kebijakan The Fed.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.