Harga emas dunia kembali stabil pada perdagangan Jumat pagi, melanjutkan tren positif selama dua sesi berturut-turut. Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi $3.332,31 per ounce pada pukul 08:32 waktu Singapura. Sentimen pasar didorong oleh meningkatnya kekhawatiran atas kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta ketidakpastian arah suku bunga The Fed.
🎯 Tarif Baru Tekan Pasar, Emas Jadi Sasaran Perlindungan
Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang pasar dengan rencana pemberlakuan tarif baru terhadap Kanada, Brasil, dan produk tembaga global, efektif per 1 Agustus. Langkah ini memperdalam kekhawatiran investor terhadap potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi global, mendorong arus dana ke aset safe haven seperti emas.
“Ketidakpastian seputar arah tarif Trump telah menciptakan risiko sistemik di pasar komoditas dan obligasi,” ujar Ayu Setyaningrum, analis di Newsmaker Research.
📉 Suku Bunga: The Fed Masih Terpecah
Dari sisi moneter, arah kebijakan suku bunga AS masih menjadi teka-teki. Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly, mengindikasikan bahwa dua kali pemangkasan suku bunga di paruh kedua tahun ini tetap memungkinkan. Namun, dia juga menyatakan bahwa efek inflasi dari tarif bisa lebih ringan dari perkiraan awal.
Historisnya, penurunan suku bunga cenderung mendorong harga emas, karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset non-yield seperti logam mulia.
📊 Emas Masih Solid di 2025
Harga emas telah menguat lebih dari 25% sepanjang 2025, sempat menyentuh rekor tertinggi di atas $3.500 per ounce pada April. Kenaikan tajam ini dipicu oleh:
- Ketegangan geopolitik global
- Pembelian agresif oleh bank sentral dunia
- Kebijakan perdagangan yang tidak pasti dari Washington
Para analis memperkirakan harga emas akan tetap kuat dalam jangka menengah, selama belum ada kejelasan konkret mengenai arah kebijakan tarif dan suku bunga.
Kesimpulan:
Di tengah tarik-ulur antara kebijakan tarif dan suku bunga, emas tetap memainkan peran ganda: sebagai korban volatilitas jangka pendek, dan sebagai pelindung nilai jangka panjang.
Sumber:
