Minyak Naik Hampir 3% karena Meningkatnya Konflik Israel-Iran

Harga Minyak melonjak hampir 3% pada hari Kamis (19/6) karena meningkatnya perang udara yang telah berlangsung selama sepekan antara Israel-Iran serta ketidakpastian akan potensi keterlibatan AS membuat investor gelisah.
Harga Minyak mentah Brent ditutup naik $2,15, atau 2,8%, menjadi $78,85 per barel, penutupan tertinggi sejak 22 Januari.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS untuk bulan Juli naik $2,06, atau 2,7%, menjadi $77,20 pada pukul 13.30 EST (17.30 GMT).
Volume perdagangan rendah pada hari Kamis karena hari libur di AS.
Israel mengebom target nuklir di Iran pada hari Kamis, dan Iran menembakkan rudal dan pesawat nirawak ke Israel setelah menyerang rumah sakit Israel semalam. Tidak ada tanda-tanda strategi keluar dari kedua belah pihak, karena Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan “tiran” Teheran akan membayar “harga penuh” dan Iran memperingatkan agar tidak ada “pihak ketiga” yang bergabung dalam serangan tersebut.
Gedung Putih mengatakan pada hari Kamis bahwa Presiden Donald Trump akan memutuskan apakah AS akan terlibat dalam konflik Israel-Iran dalam dua pekan ke depan.
Prospek itu membuat harga Minyak mentah naik, kata Rory Johnston, analis dan pendiri buletin Commodity Context.
“Konsensus (di Pasar) semakin terbentuk bahwa kita akan melihat keterlibatan AS dalam beberapa hal,” kata Johnston.
Iran adalah produsen terbesar ketiga di antara anggota OPEC yang mengekstraksi sekitar 3,3 juta barel Minyak mentah per hari.
Sekitar 18 juta hingga 21 juta barel Minyak dan produk Minyak per hari bergerak melalui Selat Hormuz di sepanjang pantai selatan Iran, dan ada kekhawatiran luas bahwa pertempuran itu dapat mengganggu arus perdagangan.(yds)
Sumber: Reuters

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.