Jakarta, 18 Juni 2025 – Harga emas bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu pagi, didorong oleh permintaan safe haven akibat meningkatnya risiko konflik berskala besar di Timur Tengah. Namun, penguatan logam mulia ini dibatasi oleh ketidakpastian pasar menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Emas batangan diperdagangkan di kisaran $3.390 per ons, setelah berfluktuasi dalam rentang sempit sehari sebelumnya. Ketegangan geopolitik kembali mencuat setelah spekulasi bahwa Amerika Serikat akan turut serta dalam serangan militer Israel terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump bahkan dikabarkan menggelar pertemuan keamanan nasional dan menyerukan penyerahan tanpa syarat dari Teheran.
Namun, selain faktor geopolitik, pasar juga diwarnai oleh data ekonomi AS yang lemah. Penurunan pada penjualan ritel, perumahan, dan produksi industri memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed tahun ini. Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat konflik bisa memicu inflasi, yang berpotensi menahan langkah pelonggaran moneter lebih lanjut.
Sorotan Pasar:
- 🪙 Harga Emas Spot: Naik tipis 0,1% menjadi $3.390,83 per ons (pukul 06:48 WIB).
- 💵 Indeks Bloomberg Dollar Spot: Naik 0,5% pada hari Selasa.
- ⚪ Perak: Stabil.
- 🔻 Platinum & Paladium: Turun.
Menurut analis Goldman Sachs, meskipun permintaan safe haven meningkat, posisi spekulatif emas masih rendah. “Keraguan ini kemungkinan berasal dari investor yang percaya bahwa mereka telah melewatkan reli awal,” tulis mereka dalam sebuah catatan.
Emas telah melonjak hampir 30% sepanjang tahun ini, didorong oleh kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik yang terus meningkat, serta aksi beli dari bank-bank sentral dunia. Saat ini, harga emas masih berada sekitar $110 di bawah rekor tertingginya pada April lalu.
Agenda Pasar:
- 📅 Investor kini menantikan pengumuman kebijakan suku bunga terbaru dari Federal Reserve, yang akan dirilis Rabu malam waktu setempat.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
