Harga emas naik setelah mengalami penurunan 2% minggu lalu, didorong oleh lonjakan ketegangan geopolitik dan kekhawatiran baru di sektor perdagangan global yang meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven.
✈️ Serangan Ukraina dan Moskow Picu Kekhawatiran Global
- Emas batangan naik hingga 0,8% di Asia, diperdagangkan pada $3.313,52 per ons pada pukul 08:12 pagi waktu Singapura.
- Ketegangan meningkat setelah Ukraina melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia, termasuk pangkalan udara di Siberia timur.
- Moskow membalas dengan serangan besar-besaran ke Kyiv, terjadi menjelang pembicaraan damai penting pekan ini.
🔥 Trump Perketat Perdagangan, Kanada Siap Membalas
Presiden Donald Trump berjanji menggandakan tarif pada baja dan aluminium asing menjadi 50%.
Sebagai tanggapan, Menteri Industri Kanada memperingatkan akan ada pembalasan.
Di sisi lain, gencatan senjata perdagangan AS-Tiongkok terancam setelah Trump menuduh Beijing mengingkari kesepakatan bulan lalu.
💰 Emas Kembali Bersinar sebagai Aset Safe Haven
- Harga emas memang sempat mundur dari rekor tertinggi di atas $3.500 per ons pada April.
- Namun, emas masih naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini.
- Menurut Goldman Sachs, emas akan tetap menjadi lindung nilai yang kuat terhadap inflasi, bersama dengan minyak.
📉 Dolar Melemah, Logam Lain Ikut Naik
- Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,1%
- Perak, platinum, dan paladium naik tipis, mengikuti penguatan harga emas.
📅 Fokus Pasar: Data Tenaga Kerja AS Pekan Ini
Investor bersiap menghadapi rilis berbagai indikator pasar tenaga kerja, termasuk laporan ketenagakerjaan bulan Mei.
Data ini akan menjadi penentu penting arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
