Harga emas naik tipis pada Kamis (27/3) setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam 18 bulan, dipicu oleh kebingungan tarif pajak AS yang mengguncang pasar global dan memicu lonjakan permintaan aset safe haven.
🔍 Sorotan Utama:
🔸 Kenaikan Tajam Emas di Tengah Kekacauan Tarif
- Rabu: Harga emas naik hingga 3,9%, ditutup naik 3,3%.
- Lonjakan terjadi setelah tarif AS terhadap 60 mitra dagang mulai diberlakukan.
- Kekhawatiran terhadap resesi global meningkat pesat.
🔸 Trump Ubah Arah: Penangguhan dan Kenaikan Sekaligus
- Trump menunda tarif tinggi selama 90 hari untuk 56 negara dan Uni Eropa, dengan tarif dasar 10%.
- Namun, bea impor terhadap Tiongkok dinaikkan menjadi 125%, berlaku langsung.
- Tiongkok membalas dengan tarif 84% mulai Kamis.
🔸 Pasar Saham Rebound, Ketidakpastian Masih Membayangi
- S&P 500 melonjak hampir 10%, hari terbaik sejak krisis keuangan.
- Meski rebound, pasar tetap dihantui volatilitas kebijakan tarif AS yang berubah-ubah.
🔸 Faktor Pendukung Emas Masih Kuat
- Emas naik 18% sepanjang tahun ini.
- Didukung oleh ekspektasi pelonggaran moneter oleh Federal Reserve dan pembelian oleh bank sentral.
- Emas spot naik 0,2% menjadi $3.088,32 per ons pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura.
📉 Bloomberg Dollar Spot Index: Turun untuk hari kedua.
📊 Logam lain: Perak turun, paladium naik tipis, platinum stabil.
📌 Kesimpulan
Ketidakpastian tarif dan ancaman perang dagang AS–Tiongkok terus menghidupkan daya tarik emas. Investor beralih ke emas di tengah gejolak arah kebijakan yang tidak menentu.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
