Kopi FORE Siap IPO, Kapan Giliran Kopi Kenangan?

PT Rifan Financindo Berjangka – Pasar modal Indonesia akan kedatangan emiten baru dari sektor ritel kopi, PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE). Perusahaan kopi kekinian ini siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Initial Public Offering (IPO), menjadi jaringan kopi pertama di Indonesia yang masuk bursa.

Namun, dengan langkah FORE ini, muncul pertanyaan: kapan Kopi Kenangan, startup unicorn kopi pertama di Asia Tenggara, akan mengikuti jejaknya?

FORE Resmi Melantai di Bursa, Lepas 1,88 Miliar Saham

FORE akan menawarkan sebanyak 1,88 miliar saham biasa dengan rentang harga Rp160–Rp202 per saham. Dari IPO ini, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar hingga Rp379,76 miliar, dengan valuasi mencapai Rp1,80 triliun atau sekitar US$100 juta.

Sebagai pembanding, valuasi Kopi Kenangan dalam pendanaan terakhirnya telah mencapai US$1 miliar, sepuluh kali lipat lebih besar dari FORE.

Laba FORE Melonjak, Pendapatan Naik 135%

FORE mencatat pertumbuhan finansial yang mengesankan. Per September 2024, laba bersihnya mencapai Rp42,3 miliar, berbanding terbalik dari kerugian Rp16,4 miliar pada periode yang sama tahun 2023.

Pendapatan FORE juga meroket 135% menjadi Rp727,37 miliar dari sebelumnya Rp309,06 miliar. Namun, seiring dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan naik dari Rp113,6 miliar menjadi Rp280,8 miliar, meski tetap menghasilkan laba kotor sebesar Rp446,5 miliar.

Total aset FORE juga mengalami peningkatan signifikan, dari Rp339,4 miliar pada September 2023 menjadi Rp604,78 miliar pada September 2024.

FORE Bisa Jadi Pembuka Jalan IPO Perusahaan Kopi?

Langkah FORE untuk IPO mirip dengan Bukalapak (BUKA) yang menjadi startup pertama di Indonesia yang melantai di BEI pada tahun 2021.

FORE memanfaatkan platform digital untuk meningkatkan transaksi online, yang kini menyumbang 30% dari total penjualan. Penggunaan layanan pengantaran seperti Gojek, Grab, dan ShopeeFood juga turut mempercepat pertumbuhan bisnisnya.

Menurut riset Redseer, sekitar 40% masyarakat dewasa Indonesia mengonsumsi kopi secara rutin, dengan rata-rata konsumsi 7 gelas per minggu. Pasar kopi di Indonesia sendiri telah meningkat 1,8 kali lipat dalam enam tahun terakhir, didorong oleh tren budaya minum kopi yang semakin berkembang.

Kapan Kopi Kenangan IPO?

Sebagai perusahaan ritel kopi terbesar di Indonesia dengan valuasi US$1 miliar (Rp15 triliun), Kopi Kenangan hingga kini belum mengumumkan rencana IPO.

Didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata, Kopi Kenangan telah berkembang pesat dengan lebih dari 800 gerai dan pendapatan mencapai US$100 juta (Rp1,6 triliun) pada 2023. Sebagai perbandingan, total pendapatan FORE pada tahun 2023 hanya Rp482 miliar, atau sekitar sepertiga dari Kopi Kenangan.

CEO Kopi Kenangan: “Timing adalah Kunci”

Dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengungkapkan bahwa perusahaan masih fokus pada ekspansi dan profitabilitas sebelum mempertimbangkan IPO.

“For us, timing is key, and we are committed to growing responsibly to maximize value for all stakeholders.”
(“Bagi kami, waktu adalah kunci, dan kami berkomitmen untuk tumbuh secara bertanggung jawab guna memaksimalkan nilai bagi semua pemangku kepentingan.”)

Edward juga memberikan selamat kepada FORE atas IPO-nya dan menegaskan bahwa Kopi Kenangan akan mengutamakan pertumbuhan berkelanjutan sebelum melantai di bursa.

Meski belum ada kepastian soal IPO, sumber CNBC menyebut bahwa pendapatan Kopi Kenangan kini telah dua kali lipat dari FORE dan perusahaan berencana membuka 400 gerai baru pada 2025.

Kesimpulan: FORE IPO, Kopi Kenangan Kapan?

Dengan FORE menjadi pionir IPO di sektor ritel kopi, langkah ini bisa membuka jalan bagi Kopi Kenangan dan pemain besar lainnya seperti TUKU, Tomoro, dan Janji Jiwa untuk mempertimbangkan masuk ke bursa.

Namun, dengan valuasi yang jauh lebih besar, Kopi Kenangan tampaknya masih menunggu momentum yang tepat sebelum akhirnya mengikuti jejak FORE dan membawa bisnisnya ke pasar modal Indonesia.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.