Harga emas mengalami pelemahan pada hari Rabu (12/3), dipengaruhi oleh kemungkinan kesepakatan gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia, serta antisipasi investor terhadap data inflasi utama AS yang dapat menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Emas:
🔹 Potensi Gencatan Senjata Ukraina-Rusia
- Amerika Serikat dan Ukraina sepakat untuk melanjutkan bantuan militer dan berbagi intelijen setelah pembicaraan antara kedua negara.
- Kyiv menyatakan kesediaannya menerima proposal AS untuk gencatan senjata 30 hari, yang dapat mengurangi ketegangan geopolitik dan menurunkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas.
🔹 Kebijakan Tarif Presiden Trump dan Dampaknya
- Presiden Donald Trump tetap mempertahankan kebijakan tarifnya meskipun terjadi penurunan nilai pasar beberapa perusahaan besar di AS.
- Tarif yang diterapkan diperkirakan akan memicu inflasi dan ketidakpastian ekonomi, faktor yang sebelumnya telah mendorong emas mencapai rekor tertinggi $2.956,15 pada 24 Februari sebagai aset lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan politik.
🔹 Fokus Investor pada Data Inflasi AS
- Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis hari ini menjadi perhatian utama investor untuk memahami kemungkinan kebijakan suku bunga Fed.
- Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, Federal Reserve mungkin mempertahankan suku bunga tinggi, yang berpotensi melemahkan daya tarik emas sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga.
📌 Harga Emas Spot: turun 0,1% menjadi $2.912,71 per ons pada pukul 00:46 GMT.
📌 Harga Emas Berjangka AS: turun 0,1% menjadi $2.919,00 per ons.
📌 Logam Mulia Lainnya:
- Perak turun 0,5% menjadi $32,77 per ons.
- Platinum naik 0,4% menjadi $978,54 per ons.
- Paladium turun 0,5% menjadi $941,43 per ons.
(Sumber: Reuters)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
