Harga emas tetap stabil setelah mengalami penurunan moderat, di tengah kekhawatiran investor akan perlambatan ekonomi AS yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham dan sebagian besar komoditas.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Emas:
🔹 Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi AS
- Presiden Donald Trump memberi isyarat bahwa ekonomi AS mungkin akan melemah sebelum membaik akibat kebijakan tarif yang ia terapkan.
- Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran akan potensi resesi, sehingga investor mencari aset safe-haven seperti emas.
🔹 Dinamika Harga Emas
- Harga emas batangan diperdagangkan di atas $2.887 per ons, setelah turun kurang dari 1% kemarin.
- Meskipun terjadi aksi jual, harga emas tetap naik 10% sepanjang tahun ini setelah mencatatkan rekor tertinggi berturut-turut.
🔹 Dukungan dari Investor dan Bank Sentral
- Pembelian emas oleh bank sentral serta spekulasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve telah mendorong reli emas sepanjang 2025.
- Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas mencatat aliran investasi yang stabil, meskipun permintaan fisik di Asia, terutama di India dan Tiongkok, mengalami penurunan.
🔹 Perspektif Analis
- Suki Cooper, analis dari Standard Chartered Plc, mencatat bahwa emas masih kekurangan dukungan dari pasar fisik akibat lemahnya permintaan.
- Namun, ia memperkirakan harga emas akan mencapai level tertinggi baru tahun ini, dengan arus masuk yang lebih kuat ke ETF diperlukan untuk mengimbangi turunnya permintaan emas fisik.
🔹 Sentimen Investor
- Sebelum aksi jual besar di pasar, investor mengurangi eksposur terhadap emas, dengan dana lindung nilai memangkas posisi bullish ke level terendah dalam sembilan pekan, menurut data terbaru dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS.
📌 Harga emas spot stabil di $2.887,77 per ons pada pukul 8:58 pagi di Singapura.
📌 Indeks Spot Dolar Bloomberg tidak berubah setelah menguat pada hari Senin.
📌 Perak, paladium, dan platinum semuanya memperpanjang kerugian.
(Sumber: Bloomberg)
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
