Harga emas bertahan stabil mendekati $2.675 per ons pada perdagangan Selasa pagi menjelang rilis laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang sangat dinantikan. Data ini diharapkan memberikan wawasan tambahan mengenai arah kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve.
Faktor Pendukung Stabilitas Harga Emas:
- Laporan PPI yang Mendingin:
- Data Indeks Harga Produsen (PPI) yang dirilis sebelumnya menunjukkan pelonggaran tekanan harga di bulan Desember.
- Namun, beberapa komponen PPI yang berkontribusi pada deflator pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) — salah satu indikator utama inflasi Fed — masih menunjukkan tren yang beragam.
- Ketidakpastian Kebijakan Tarif:
- Ancaman pemerintahan Trump untuk menerapkan tarif impor yang lebih tinggi meningkatkan ekspektasi kenaikan inflasi dalam waktu dekat, yang dapat mendukung permintaan untuk emas sebagai lindung nilai inflasi.
- Prediksi UBS Group AG:
- UBS memproyeksikan harga emas akan mencapai $2.850 per ons pada akhir tahun 2024 sebagai respons terhadap ketidakpastian geopolitik dan volatilitas pasar yang dipicu oleh kebijakan pemerintahan Trump.
- Perak diperkirakan meningkat menjadi $38 per ons pada tahun 2025, didorong oleh permintaan manufaktur yang kuat.
Fokus Investor:
Investor akan mengalihkan perhatian ke laporan CPI yang dirilis pada Rabu malam, dengan pasar memperkirakan kenaikan inflasi. Jika hasilnya mengonfirmasi ekspektasi, hal ini dapat memengaruhi:
- Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi: Peningkatan inflasi dapat memperkuat Greenback dan menekan harga emas.
- Ekspektasi Kebijakan Fed: Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Performa Logam Mulia Lainnya:
- Perak: Turun 0,3% menjadi $29.829 per ons.
- Platinum dan Paladium: Keduanya menunjukkan sedikit perubahan.
Kesimpulan:
Harga emas menunjukkan stabilitas menjelang data inflasi, dengan pasar mempertimbangkan ancaman tarif yang dapat meningkatkan tekanan harga. Namun, arah kebijakan Federal Reserve dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi pendorong utama prospek logam mulia untuk tahun ini.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
