Harga emas melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan Asia Selasa (9/1), didukung oleh meningkatnya permintaan sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Faktor Penggerak:
- Sentimen Penghindaran Risiko:
- Menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, investor bersikap hati-hati terhadap prospek kebijakan perdagangan, terutama tarif impor yang dapat memicu ketegangan ekonomi global.
- Risiko geopolitik yang berkelanjutan, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina, memperkuat daya tarik emas.
- Pandangan Analis:
- CITIC Futures: Mengidentifikasi sentimen penghindaran risiko sebagai katalis utama kenaikan harga emas saat ini, dengan fokus pada langkah-langkah kebijakan Trump yang berpotensi menggerakkan pasar dalam beberapa minggu mendatang.
- Harga Emas:
- Emas spot naik 0,1% menjadi $2.650,89 per ons dalam perdagangan awal Asia.
Konteks Pasar:
Emas mencatat kenaikan tahunan sebesar 27% pada tahun 2024, didorong oleh pelonggaran moneter AS, pembelian oleh bank sentral, dan ketegangan geopolitik global. Tahun 2025 diperkirakan akan tetap menjadi periode volatilitas tinggi, dengan emas diuntungkan sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian.
Kesimpulan:
Harga emas yang stabil hingga naik mencerminkan kekhawatiran investor terhadap risiko ekonomi dan politik. Pengumuman kebijakan Trump dalam beberapa minggu mendatang akan menjadi penggerak utama bagi pasar emas.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
