Harga emas mencatatkan penurunan mingguan di tengah sentimen pasar yang merespons berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada tahun 2025.
Faktor Utama Penurunan:
- Prospek Kebijakan Moneter Fed:
- Harga emas saat ini berada di kisaran $2.590 per ons, turun sekitar 2% sepanjang minggu.
- Fed memangkas suku bunga pada Rabu lalu, namun komentar dari Ketua Jerome Powell yang menyoroti perlunya kemajuan inflasi lebih lanjut melemahkan keyakinan pasar akan pemangkasan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.
- Data Ekonomi yang Menguatkan Dolar:
- Data PDB AS pada hari Kamis menunjukkan ekonomi tetap tangguh, sehingga menurunkan urgensi untuk pemangkasan suku bunga agresif.
- Revisi belanja konsumen menjadi 2,2% semakin memperkuat argumen untuk langkah pelonggaran yang lebih lambat.
- Perhatian pada Data Inflasi:
- Fokus pasar kini tertuju pada data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk bulan November, yang akan dirilis pada hari Jumat.
- Data ini penting karena menjadi indikator inflasi utama bagi kebijakan Fed.
Performa Emas Tahun Ini:
- Kenaikan tahunan: Emas telah naik sekitar 25% di tahun 2024, didukung oleh:
- Pelonggaran moneter oleh Fed.
- Permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
- Pembelian signifikan oleh bank sentral global.
Namun, reli emas mulai melambat sejak awal November, terutama setelah penguatan dolar yang didorong oleh kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.
Harga Saat Ini:
- Harga emas spot: Stabil di $2.593,29 per ons pada pukul 8:11 pagi waktu Singapura.
- Indeks Dolar Bloomberg: Naik 0,1%, setelah mencatat kenaikan 1,2% dalam tiga sesi terakhir.
- Logam lainnya: Perak, paladium, dan platinum semuanya mencatat penurunan.
Penurunan harga emas mencerminkan kehati-hatian investor yang menunggu perkembangan lebih lanjut dari data ekonomi dan kebijakan Fed. Logam mulia ini tetap sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter dan dinamika pasar global.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
