Harga emas berada stabil di dekat level terendah tujuh minggu, tertekan oleh lonjakan dolar AS setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Penguatan indeks dolar yang mencapai level tertinggi hampir dua tahun terakhir ini membuat komoditas yang dihargai dalam dolar, seperti emas, menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Kondisi ini menyebabkan aliran investasi pada dana emas berkurang, sementara para investor mulai beralih ke ekuitas AS.
Harga emas batangan telah turun sekitar 7% dari rekor tertinggi pada 31 Oktober, namun tetap menunjukkan kenaikan lebih dari 25% sepanjang tahun ini. Emas batangan sebelumnya didukung oleh kebijakan moneter Federal Reserve yang melonggar, pembelian oleh bank sentral, serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang menguatkan permintaan aset safe haven.
Para investor kini menantikan laporan inflasi indeks harga konsumen inti AS, yang akan dirilis pada Rabu malam, untuk melihat apakah Federal Reserve akan mengubah suku bunga lebih lanjut. Beberapa ekonom memperkirakan kebijakan Trump, seperti tarif perdagangan, dapat meningkatkan inflasi, sehingga mengurangi peluang pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Pada pukul 8:27 pagi waktu Singapura, harga emas spot berada di kisaran $2.598,67 per ons, turun 0,8% pada sesi sebelumnya. Indeks Spot Dolar Bloomberg naik selama empat hari berturut-turut, sementara harga perak, paladium, dan platinum stabil.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
