PT Rifan Financindo Berjangka – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada perdagangan sesi I Senin (23/9/2024), di mana pasar masih terfokus pada perkembangan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang keluar dari indeks FTSE. Namun, lima saham berhasil menopang indeks dan menahan koreksi lebih dalam. Berikut adalah sorotan utama pergerakan IHSG hari ini serta dampaknya bagi para investor.
IHSG Terkoreksi Tipis di Akhir Sesi I
Pada penutupan sesi I, IHSG melemah 0,2% dan berada di level 7.727,59. Meski sempat menyentuh level psikologis 7.600 di awal sesi, IHSG berhasil memantul kembali ke area 7.700. Nilai transaksi pada sesi ini tercatat mencapai Rp 6,6 triliun, dengan 17 miliar saham berpindah tangan sebanyak 679.161 kali. Sebanyak 281 saham tercatat menguat, 278 melemah, dan 230 lainnya stagnan.
Meskipun IHSG masih berada dalam tren koreksi, terdapat sektor-sektor dan saham-saham yang membantu memangkas penurunan dan menjadi fokus bagi investor yang sedang menilai strategi investasi mereka.
Sektor Infrastruktur Terkoreksi, Energi Jadi Penopang
Sektor infrastruktur menjadi salah satu penyebab utama tekanan pada IHSG, dengan koreksi sebesar 1,95%. Saham di sektor ini mengalami tekanan besar, yang membuat IHSG turun lebih dalam. Di sisi lain, sektor energi menjadi penahan utama koreksi, naik 1,53% dan menjaga IHSG tidak terkoreksi lebih jauh.
Para investor sektor energi diuntungkan oleh sentimen positif ini, dengan beberapa saham terkait energi menunjukkan performa yang kuat. Hal ini menjadi indikasi penting bagi investor yang ingin mengoptimalkan portofolio mereka dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Saham BREN Menjadi Penekan IHSG
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi penekan terbesar IHSG hari ini, mengakibatkan penurunan 66 indeks poin. Saham BREN mendapat tekanan berat setelah dikeluarkan dari indeks FTSE, yang disebabkan oleh struktur kepemilikan saham yang tidak memenuhi ketentuan free float. Empat pemegang saham besar menguasai 97% dari total saham yang diterbitkan, sehingga saham ini tidak lagi memenuhi syarat indeks FTSE.
Pelepasan BREN dari FTSE diperkirakan akan selesai pada hari Rabu mendatang, dan hal ini dapat membuat IHSG kembali bergejolak. Bagi investor, penting untuk memantau saham dengan kapitalisasi besar seperti BREN karena pergerakannya dapat mempengaruhi IHSG secara keseluruhan.
Saham Perbankan Jadi Penyelamat IHSG
Meskipun tertekan, ada dua saham perbankan raksasa yang berhasil menahan koreksi IHSG pada sesi I. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan kontribusi sebesar 14,4 indeks poin, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menambah 11,1 indeks poin. Kenaikan ini membantu IHSG memangkas penurunan yang lebih dalam dan menjadi peluang bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum di sektor perbankan.
Sentimen Suku Bunga BI dan The Fed
Pasar saham Indonesia juga diwarnai oleh sentimen positif dari kebijakan suku bunga. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6%, dari sebelumnya 6,25%. Suku bunga Deposit Facility juga dipangkas menjadi 5,25%, sedangkan Lending Facility menjadi 6,75%.
Di sisi lain, The Fed Amerika Serikat juga memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin menjadi 4,75-5,0%. Pemangkasan ini lebih besar dari ekspektasi pasar yang memprediksi hanya 25 basis poin. Langkah ini menjadi kebijakan pertama The Fed sejak Maret 2020 dan menjadi sinyal bahwa otoritas moneter global mulai melonggarkan kebijakan yang sebelumnya ketat.
Dampak Terhadap Strategi Investasi
Kebijakan suku bunga yang dilonggarkan oleh BI dan The Fed memberikan angin segar bagi pasar saham. Investor perlu mempertimbangkan dampak dari pemangkasan suku bunga ini dalam menyusun strategi investasi. Saham-saham perbankan dan sektor energi terlihat menjadi pilihan menarik di tengah volatilitas pasar.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang menembus level psikologis 7.700 memberikan sinyal bahwa pasar masih stabil, meskipun terjadi fluktuasi akibat faktor-faktor eksternal seperti keluarnya saham BREN dari FTSE. Bagi para investor, pemantauan sentimen global dan domestik sangat penting dalam menentukan langkah investasi selanjutnya.
Kesimpulan
IHSG mengalami koreksi tipis pada perdagangan sesi I, dipengaruhi oleh tekanan dari saham BREN dan sektor infrastruktur. Namun, sektor energi dan saham perbankan raksasa berhasil menahan penurunan lebih lanjut. Sentimen pemangkasan suku bunga dari BI dan The Fed memberikan dorongan bagi pasar, sehingga investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ini dalam menyusun strategi investasi yang optimal.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
