Harga emas tetap stabil tepat di bawah rekor tertingginya, didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tiga kali pada tahun ini.
Harga Pasar
- Emas Spot Batangan: Sedikit berubah di atas $2,425 per ounce setelah naik $11 dari puncak yang dicatat pada bulan Mei.
- Indeks Bloomberg Dollar Spot: Sedikit berubah.
- Imbal Hasil Treasury 10 Tahun: Turun.
- Perak: Stabil di bawah $31 per ounce.
- Platinum: Tergelincir.
- Paladium: Naik tipis.
Faktor Pendorong
- Spekulasi Suku Bunga The Fed: Para pedagang memperkirakan penurunan suku bunga sebanyak dua seperempat poin pada tahun 2024 seiring meredanya inflasi AS. Peluang penurunan suku bunga ketiga yang tersirat di pasar mencapai sekitar 60% pada hari Senin setelah Goldman Sachs Group Inc. menyatakan ada “alasan yang kuat” untuk tarif yang lebih rendah secepatnya setelah bulan Juli.
- Kebijakan Moneter yang Lebih Longgar: Emas menguat pada bulan Juli, melanjutkan lonjakan sebesar 13% pada semester pertama, karena pedagang bersiap menghadapi perubahan kebijakan The Fed yang lebih longgar. Kebijakan moneter yang lebih longgar menguntungkan emas karena logam ini tidak memberikan bunga.
- Pernyataan Jerome Powell: Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa data terbaru menawarkan kepercayaan diri lebih besar bahwa inflasi sudah mencapai sasarannya.
- Pembelian Bank Sentral: Harga emas juga mendapat keuntungan tahun ini dari pembelian bersama oleh bank sentral.
Peristiwa Terkini
- Upaya Pembunuhan Terhadap Trump: Investor terus menilai implikasi keuangan dari upaya pembunuhan akhir pekan terhadap calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Pasar melihat meningkatnya peluang kemenangan Trump dalam pemilihan presiden AS.
Kesimpulan
Harga emas tetap stabil di bawah rekor tertingginya, didorong oleh spekulasi penurunan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan terjadi tahun ini. Meskipun demikian, ketidakpastian politik di AS, khususnya terkait upaya pembunuhan terhadap Donald Trump, tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan oleh para investor.
Sumber: Bloomberg
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
