4 Multifinance RI Dicaplok Asing, Ada dari Korsel, Hong Kong & Jepang

PT Rifan Financindo Berjangka – Industri perusahaan pembiayaan (multifinance) di Indonesia terus menarik minat investor asing. Saat ini, terdapat empat perusahaan pembiayaan (PP) yang telah melaporkan realisasi akuisisi oleh investor asing. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyatakan bahwa dari empat perusahaan tersebut, satu perusahaan sedang dalam proses realisasi akuisisi, sementara dua lainnya sedang dalam proses persetujuan akuisisi.

Investor Asing dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang

Investor asing yang terlibat dalam akuisisi ini berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang. Agusman mengungkapkan bahwa segmen perusahaan pembiayaan yang diakuisisi oleh asing didominasi oleh sektor pembiayaan kendaraan bermotor.

Nama-Nama Besar dalam Proses Akuisisi

Beberapa nama perusahaan yang terlibat dalam proses akuisisi ini telah santer terdengar. Misalnya, Woori Card dari Korea Selatan yang membeli Batavia Finance (BPFI). Perusahaan Jepang, Mizuho, mencaplok PT Verena Multi Finance Tbk. (VRNA), dan grup Mouladin dari Singapura membeli PT Pro Car International Finance dan mengubahnya menjadi PT Moladin Finance Indonesia (Mofi).

Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dan Adira Dinamika Multifinance

Perusahaan finansial raksasa asal Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), bersama dengan emiten Adira Dinamika Multifinance (ADMF), tengah melakukan proses akuisisi terhadap PT Mandala Multifinace (MFIN). Bank Danamon, yang merupakan anak usaha MUFG, menargetkan bahwa proses akuisisi MFIN oleh MUFG dan ADMF akan rampung pada semester I-2024. Target ini mundur dari target sebelumnya yang ditetapkan pada awal tahun ini.

Proses Persetujuan OJK

Direktur Utama PT Adira Finance Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) atau Adira Finance, I Dewa Made Susila, menyampaikan bahwa saat ini proses akuisisi sedang menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Proses akuisisi menjelang tahap akhir, masih menunggu subjek dari approval-nya OJK,” kata Made pada Paparan Kinerja Bank Danamon 2023 secara virtual, Senin (19/2/2024).

Dampak terhadap Pasar Keuangan dan Strategi Investasi

Berita akuisisi ini menunjukkan minat yang besar dari investor asing terhadap industri multifinance Indonesia. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor lain, mengindikasikan kepercayaan pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan Indonesia. Bagi investor, pemahaman yang mendalam tentang perkembangan terkini di pasar keuangan adalah kunci untuk mengoptimalkan strategi investasi mereka. Mengingat minat yang terus meningkat dari investor asing, investor lokal juga perlu mempertimbangkan peluang dan risiko yang mungkin timbul dari akuisisi ini.

Dengan kehadiran perusahaan-perusahaan besar dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang, industri multifinance Indonesia berpotensi mengalami peningkatan kualitas layanan dan inovasi, yang pada akhirnya dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi para investor.

Memahami dinamika ini adalah langkah penting bagi investor dalam menavigasi pasar yang terus berkembang dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan portofolio investasi mereka.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.