PT Rifan Financindo Berjangka – Rupiah melemah signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), bahkan mencapai level di atas Rp16.200/US$. Pada Selasa (16/4/2024), rupiah ditutup di angka Rp16.170/US$, posisi terendah sejak 6 April 2020.
Faktor-Faktor Penyebab Pelemahan Rupiah
Ambruknya nilai rupiah dipengaruhi oleh kenaikan indeks dolar AS (DXY) yang mencapai angka 106,31. Sentimen tidak menguntungkan dari pasar dan dampak libur panjang Hari Raya Idul Fitri juga menjadi faktor utama.
Langkah BI untuk Menstabilkan Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan kesiapan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah intervensi baik melalui spot maupun non delivery forward (NDF) siap diluncurkan.
Potensi Kenaikan Suku Bunga BI
Pasar mulai memperhatikan kemungkinan BI untuk menaikkan suku bunga acuan sebagai langkah stabilisasi rupiah bulan ini. Kenaikan sekitar 25bps diproyeksikan, membuat BI rate naik menjadi 6,25%.
Analisis Teknikal Rupiah
Secara teknikal, tren pelemahan rupiah masih terjadi. Level psikologis dan high candle di angka Rp16.200/US$ menjadi patokan, sementara support terdekat berada di Rp16.045/US$.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang pergerakan pasar keuangan, investor dapat mengatur strategi investasi dengan lebih baik.
Sumber: CNBC INDONESIA
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
