Sejarah! Uber Cetak Laba 2023 Rp 30 T, Akankah GOTO Menyusul?

PT Rifan Financindo Berjangka – Pada tanggal 7 Februari 2024, Uber Technologies Inc., perusahaan aplikasi taksi online asal AS, meraih tonggak sejarah dengan mencetak laba operasi untuk pertama kalinya sejak perusahaan go public di New York Stock Exchange (NYSE) 5 tahun yang lalu. Prestasi ini merupakan momentum penting bagi Uber setelah menghabiskan miliaran dolar AS untuk ekspansi global dan menghadapi berbagai kontroversi.

Kinerja Keuangan Uber

Menurut siaran pers Uber, laba operasi tahunan perusahaan mencapai US$ 1,11 miliar atau sekitar Rp 17,43 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.700/US$), dari kerugian operasional sebesar US$ 1,83 miliar pada Desember 2022. Bahkan, dalam kuartal keempat tahun 2023, Uber berhasil mencatat laba operasi sebesar US$ 652 juta atau sekitar Rp 10,24 triliun, melawan kerugian sebelumnya sebesar US$ 142 juta pada Desember 2022.

Prestasi ini juga tercermin dalam laba bersih atribusi ke entitas induk yang mencapai US$ 1,89 miliar atau sekitar Rp 30 triliun, dibandingkan dengan kerugian sebelumnya sebesar US$ 9,14 miliar. Hal ini menjadi angin segar bagi Uber, yang kini mempertimbangkan kebijakan buyback saham atau pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Potensi GOTO

Pencapaian luar biasa Uber juga memunculkan spekulasi apakah GOTO, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, akan menyusul langkah tersebut. Sentimen positif terhadap Uber telah mendorong kenaikan harga saham GOTO di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham GOTO ditutup naik 1,20% di Rp 84/saham pada awal pekan ini dan naik 11% dalam 3 bulan terakhir.

Keberhasilan Uber juga memberikan dorongan bagi GOTO. Perusahaan berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal keempat tahun 2023, melampaui panduan kinerja EBITDA untuk tahun tersebut. Meskipun rincian kinerja masih akan diungkap pada paparan kinerja di bulan Maret mendatang, analis pasar memperkirakan potensi pertumbuhan dan profitabilitas yang lebih tinggi bagi GOTO.

Analisis Pasar

Analis dari PT Indo Premier Sekuritas menilai saham perbankan dan teknologi, khususnya GOTO, sebagai pilihan teratas untuk tahun ini. Tekanan jual asing terhadap GOTO pun menunjukkan tanda-tanda penurunan, menandakan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan.

Di sisi lain, analis dari Bahana Sekuritas melihat potensi pertumbuhan yang luas bagi GOTO, terutama dalam konteks pasar yang telah didominasi oleh Gojek dan Grab. Bisnis layanan on-demand GOTO menunjukkan perkembangan yang baik, dengan potensi mencapai EBITDA positif penuh pada kuartal terakhir tahun 2023.

Kesimpulan

Prestasi Uber dan potensi perkembangan GOTO menyoroti pentingnya memahami dinamika pasar keuangan saat ini. Sebagai investor, memahami tren dan perubahan dalam industri dapat membantu merumuskan strategi investasi yang lebih cerdas dan menguntungkan.


Artikel ini menggambarkan pencapaian Uber dalam mencetak laba operasi pada tahun 2023 dan dampaknya terhadap sentimen pasar, khususnya terhadap saham GOTO di Bursa Efek Indonesia.

Sumber: CNBC INDONESIA

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.