PT Rifan Financindo Berjangka – Mayoritas bursa saham Asia mengalami penurunan pada hari Selasa (06/02), dipicu oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS yang lebih awal dan antisipasi terhadap keputusan bank sentral regional. Namun, pasar China menonjol dengan lonjakan signifikan setelah laporan menunjukkan janji lembaga kekayaan negara China untuk melakukan lebih banyak pembelian.
Diikuti oleh tren negatif dari Wall Street, kekuatan ekonomi AS dan komentar hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperkuat keyakinan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Saham-saham China menjadi sorotan utama, di mana indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite masing-masing mengalami lonjakan sebesar 2% dan 0,9%. Hal ini merupakan pulihannya indeks tersebut dari posisi terendah lima dan empat tahun yang terjadi minggu sebelumnya.
Sentimen positif di pasar saham China dipicu oleh berita bahwa Central Huijin Investment Ltd, sovereign fund China, berkomitmen untuk terus membeli lebih banyak dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), mendukung pasar saham lokal.
Langkah tersebut juga didukung oleh regulator sekuritas China, yang berjanji untuk terus memandu dana-dana lokal untuk masuk ke pasar, menunjukkan lebih banyak dukungan dari pemerintah untuk pasar saham yang sedang mengalami penurunan.
Meski demikian, apakah lonjakan pasar China akan berlanjut ke depannya masih menjadi tanda tanya besar. Kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi China tetap ada, terutama dengan proyeksi inflasi yang diperkirakan hanya akan menunjukkan sedikit perbaikan pada bulan Januari.
Fokus pasar saat ini tertuju pada keputusan suku bunga di Australia dan India. ASX 200 Australia melemah 0,6% sebelum pengumuman Reserve Bank of Australia, sementara indeks futures Nifty 50 India sedikit lebih lemah menjelang pertemuan Reserve Bank of India.
Di pasar Asia yang lebih luas, kekhawatiran tentang suku bunga yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama menyebabkan mayoritas bursa saham mengalami penurunan. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,7%, sementara KOSPI Korea Selatan mengalami penurunan 0,5%.
Meskipun demikian, sebagian besar pasar Asia Tenggara bergerak dalam kisaran datar hingga turun.
Dalam konteks ini, memahami berita terkini di pasar keuangan dan dampaknya terhadap strategi investasi menjadi semakin penting bagi para pelaku pasar.
Sumber: Investing.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
