PT Rifan Financindo Berjangka – Emas menunjukkan stabilitas setelah mengalami reli selama lima hari, mendekati level tertinggi sepanjang masa. Posisi ini terjadi menjelang rilis data ekonomi AS yang diperkirakan akan memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan memulai penurunan suku bunga pada paruh pertama tahun depan.
Indeks harga PCE inti, yang dianggap sebagai pengukur inflasi yang lebih akurat karena tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang fluktuatif, dijadwalkan akan dirilis pada hari Kamis (30/11). Perkiraan menunjukkan perlambatan menjadi 0,1% pada bulan Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Emas telah mengalami penguatan signifikan selama beberapa pekan terakhir seiring penurunan imbal hasil Treasury dan dolar. Ekspektasi terkait kebijakan moneter AS yang cenderung dovish semakin menguat. Pasar swap saat ini memperkirakan hampir 50% kemungkinan penurunan suku bunga pada awal bulan Maret. Penurunan suku bunga umumnya memberikan dampak positif pada emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
Pada pasar spot, harga emas naik 0,1%, mencapai $2.045,96 per ons pada pukul 8:35 pagi waktu Singapura. Kenaikan ini menambah total penguatan sebesar 3,1% selama bulan ini, setelah mengalami lonjakan sebesar 7,3% di bulan Oktober. Indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami penurunan sebesar 0,1%, dan telah turun sebesar 3,4% selama bulan November. Perak dan platinum stabil, sementara paladium mengalami pelemahan.
Sumber: Bloomberg & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
