PT Rifan Financindo Berjangka – Emas mengalami kenaikan sedikit di awal sesi Asia pada Jumat, seiring dengan pelemahan dolar AS, yang umumnya memiliki korelasi terbalik dengan logam mulia.
Menurut Craig Erlam, seorang analis pasar senior di Oanda, emas juga dipengaruhi oleh data ekonomi AS yang lebih menguntungkan dan sikap kurang “agresif” dari Federal Reserve. Erlam menyatakan bahwa jika hal ini terus berlanjut, akan menarik untuk melihat seberapa kuat kenaikan harga emas dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguji rekor tertingginya.
Pada pasar spot, harga emas naik sebesar 0,1% mencapai $1,994.15 per ons.
Dalam kondisi ekonomi global yang terus berubah, emas tetap menjadi aset yang diperhatikan oleh para investor sebagai pelindung nilai, terutama saat dolar AS mengalami pelemahan. Kombinasi faktor-faktor eksternal dan domestik dapat terus memengaruhi pergerakan harga emas di masa mendatang.
Sumber: Marketwatch & Rfbnews
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
