PT Rifan Financindo Berjangka – Harga minyak mentah di seluruh dunia mengalami lonjakan signifikan dalam perdagangan hari Rabu (18/10/2023) seiring dengan perjalanan Presiden Joe Biden dari Amerika Serikat ke Timur Tengah.
Kenaikan Harga Minyak di Pasar Dunia
Hari ini, harga minyak mentah WTI dibuka dengan kenaikan signifikan sebesar 1,33% di level $87,81 per barel, dan harga minyak mentah Brent juga mengalami peningkatan sebesar 1,50%, mencapai $91,25 per barel.
Perkembangan Harga Minyak
Dalam perdagangan hari Selasa (17/10/2023), harga minyak mentah WTI tetap stagnan di level $86,66 per barel, sementara harga minyak mentah Brent mengalami kenaikan yang modest sebesar 0,28%, mencapai $89,90 per barel.
Upaya Diplomasi AS dan Kenaikan Harga Minyak
Harga minyak mengalami kenaikan kecil pada hari Selasa, tetapi pada awal perdagangan hari ini, harga tersebut melonjak sebesar 1%. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh investor yang menantikan hasil dari upaya diplomasi oleh Amerika Serikat dan kunjungan Presiden Biden ke Israel, yang bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dampak Kenaikan Suku Bunga AS
Di sisi lain, Thomas Barkin, Ketua Federal Reserve Richmond, menyatakan pada hari Selasa bahwa biaya pinjaman jangka panjang yang lebih tinggi di Amerika Serikat mungkin akan memberikan tekanan pada permintaan, meskipun belum jelas bagaimana hal ini akan memengaruhi keputusan suku bunga bank sentral dalam tiga minggu ke depan.
Kenaikan Harga Minyak dan Konflik Israel-Hamas
Kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan minyak.
Kedua harga minyak acuan mengalami peningkatan yang signifikan minggu lalu, di tengah kekhawatiran bahwa konflik Israel-Hamas dapat meluas hingga ke wilayah produsen minyak. Harga minyak Brent, patokan global, naik sebesar 7,5%, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak bulan Februari.
Upaya Diplomasi AS dan Keseimbangan di Timur Tengah
Kunjungan Biden ke Israel pada hari Rabu bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara mendukung perang Israel melawan Hamas dan meraih dukungan dari negara-negara Arab untuk membantu mencegah konflik di wilayah tersebut. Hal ini terjadi setelah Iran, anggota OPEC, berjanji untuk “tindakan pencegahan” dari “front perlawanan” negaranya.
Analisis Pasar
“Harga minyak sedang goyah karena para pedagang energi menantikan hasil dari upaya diplomasi Amerika Serikat dalam mencegah konflik Israel-Hamas berubah menjadi perang regional yang lebih luas,” ucap Edward Moya, seorang analis pasar senior di OANDA.
Perkembangan Ekonomi AS
Di Amerika Serikat, penjualan ritel di bulan September melampaui perkiraan, dengan rumah tangga meningkatkan pembelian kendaraan bermotor dan menghabiskan lebih banyak uang di restoran dan bar.
Kemungkinan Peningkatan Pasokan
Namun, harga minyak masih memiliki beban dari peningkatan pasokan yang mungkin terjadi. Pemerintah dan oposisi di Venezuela melanjutkan perundingan yang telah tertunda dalam waktu yang lama pada hari Selasa, yang berpotensi mengarah pada pengurangan sanksi oleh Washington.
Sejak tahun 2019, Amerika Serikat telah memberlakukan sanksi terhadap ekspor minyak dari Venezuela, yang merupakan anggota OPEC, sebagai tindakan hukuman terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro setelah pemilihan yang kontroversial pada tahun 2018, yang dianggap palsu oleh Washington.
Upaya Peningkatan Aliran Minyak
Pemerintah AS telah mencari cara untuk meningkatkan aliran minyak ke pasar global guna mengatasi harga yang tinggi. Namun, produksi minyak riil di Venezuela akan memakan waktu karena investasi yang terbatas.
Kapasitas Produksi Saudi Aramco
Amin Nasser, CEO Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia, menyatakan bahwa perusahaan tersebut dapat meningkatkan produksi dalam beberapa minggu jika diperlukan.
Nasser menambahkan bahwa permintaan minyak global diperkirakan akan mencapai 103 juta barel per hari (bph) pada paruh kedua tahun ini, sementara kapasitas cadangan perusahaan adalah 3 juta barel per hari.
Tindakan OPEC+ dalam Menjaga Stabilitas Pasar
OPEC+, yang terdiri dari negara anggota OPEC dan sekutu utamanya, termasuk Rusia, telah mengurangi produksi sejak tahun lalu sebagai langkah pencegahan untuk menjaga stabilitas pasar.
Pasokan Minyak di Amerika Serikat
Terkait pasokan Amerika Serikat, data industri menunjukkan bahwa stok minyak mentah turun sekitar 4,4 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 13 Oktober, mengutip angka dari American Petroleum Institute pada hari Selasa.
Kenaikan harga minyak dunia ini terus menjadi topik perhatian bagi pasar dan ekonomi di seluruh dunia.
Sumber : www.cnbcindonesia.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
