PT Rifan Financindo Berjangka – Pasar minyak mentah mengalami perubahan yang cukup mencolok. Harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) ditutup turun 1,17% menjadi $86,66 per barel, sedangkan minyak mentah Brent mengalami penurunan sebesar 1,36% menjadi $89,65 per barel. Namun, apa yang menjadi penyebab dari penurunan tajam ini? Mari kita eksplorasi lebih lanjut.
Latar Belakang
Hari ini, pasar minyak mentah global membuka dengan sentimen yang berbeda. Harga minyak mentah WTI dibuka menguat sebesar 0,46% berada di posisi $87,06 per barel, sementara minyak mentah Brent juga membuka perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,29%, berada di posisi $89,91 per barel. Ini terjadi setelah penurunan harga minyak pada hari sebelumnya, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Penyebab Penurunan Harga Minyak
Penurunan tajam harga minyak pada Senin dikaitkan dengan harapan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Venezuela akan segera mencapai kesepakatan untuk mengurangi sanksi terhadap ekspor minyak mentah Venezuela. Para pelaku pasar juga menyatakan bahwa konflik antara Israel dan Hamas, dalam jangka pendek, tidak tampak mengancam pasokan minyak.
Pemerintah Venezuela dan oposisinya akan memulai kembali perundingan politik setelah hampir satu tahun berhenti, menurut pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, sumber menyatakan bahwa AS telah mencapai kesepakatan awal untuk meringankan sanksi terhadap industri minyak Venezuela, dengan imbalan pemilihan presiden Venezuela yang kompetitif dan diawasi pada tahun depan.
Dampak Kesepakatan AS Venezuela
“Kesepakatan yang telah dilaporkan ini diharapkan akan membantu meningkatkan produksi minyak Venezuela, yang telah mengalami tekanan berat,” kata William Jackson, kepala ekonom pasar negara berkembang di Capital Economics. Namun, dia menambahkan bahwa sektor minyak memerlukan investasi yang sangat besar untuk mengembalikan produksi ke tingkat yang telah dicapai satu dekade lalu.
Kedua harga minyak benchmark ini mengalami lonjakan minggu lalu, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent, yang merupakan harga acuan global, naik sebanyak 7,5%, yang merupakan kenaikan mingguan tertinggi sejak Februari.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga Minyak
Namun, penurunan harga minyak pada hari Senin ini tampaknya lebih merupakan “istirahat sejenak untuk menghadapi peristiwa di Timur Tengah” daripada akibat dari perkiraan peningkatan produksi di Venezuela, menurut Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates. “Negosiasi dengan Venezuela dapat menyebabkan lonjakan ekspor minyak mentah yang sudah tersedia,” tegas Lipow. “Tetapi lonjakan produksi tetap merupakan jalan yang panjang, terutama dengan kondisi infrastruktur energi Venezuela yang sudah tua.”
Dinamika Konflik Timur Tengah
“Hal yang sama berlaku pada hari Senin dalam hal konflik di Timur Tengah, yang sejauh ini tampaknya bisa diatasi karena belum berdampak pada pasokan minyak mentah,” kata John Kilduff, mitra Again Capital LLC.
Serangan udara Israel terhadap Gaza meningkat pada hari Senin setelah upaya diplomatik AS untuk mencapai gencatan senjata di Gaza Selatan gagal. Sementara itu, Rusia juga terlibat dalam konflik diplomatik ini dengan Presiden Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan dengan Iran, Israel, Palestina, Suriah, dan Mesir.
Para pelaku pasar mengatakan bahwa perang antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, sejauh ini masih terfokus di Jalur Gaza. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mungkin telah menjadi faktor risiko tambahan yang mendorong harga minyak lebih tinggi pekan lalu.
Tindakan AS Terhadap Minyak Rusia
AS minggu lalu memberlakukan sanksi pertama terhadap pemilik kapal tanker yang mengangkut minyak dari Rusia dengan harga di atas batas yang ditetapkan oleh Kelompok Tujuh, yaitu $60 per barel. Langkah ini merupakan upaya untuk menghilangkan pendapatan Moskow dari penjualan energi.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, fluktuasi harga minyak mentah baru-baru ini telah membuat pasar menantikan hasil kesepakatan yang akan datang antara Amerika Serikat dan Venezuela. Kesepakatan ini berpotensi membawa bantuan bagi industri minyak Venezuela yang sedang berjuang. Namun, perjalanan untuk mengembalikan produksi ke tingkat yang pernah dicapai satu dekade lalu memerlukan investasi besar. Sementara itu, dinamika di Timur Tengah dan tindakan AS terhadap minyak Rusia juga turut memengaruhi pergerakan harga minyak mentah global.
Terlepas dari fluktuasi ini, pasar minyak terus memantau perkembangan dengan harapan dapat mencapai stabilitas harga yang lebih baik di masa depan.
Sumber : www.cnbcindonesia.com
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
