Minyak Naik Hampir 2% Seiring Optimisme Deal Dagang

Harga Minyak menguat untuk hari kedua pada Rabu (22/10), yang didorong harapan kemajuan kesepakatan dagang AS–India serta pemantauan progres pembicaraan AS–Tiongkok.
Minyak Brent berjangka naik 1,6% ke US$62,28/barel, sementara WTI berjangka bertambah 1,7% ke US$58,19.
Sentimen positif muncul setelah laporan bahwa AS dan India kian dekat merampungkan kesepakatan yang dapat membuat India mengurangi impor Minyak Rusia, sehingga permintaan ke grade lain berpotensi naik.
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan telah berbicara dengan PM India Narendra Modi yang menyatakan India akan membatasi pembelian Minyak dari Rusia. Mint melaporkan kedua negara menyiapkan perjanjian yang memangkas Tarif AS atas impor India menjadi 15–16% dari 50%. Pasar juga menunggu pertemuan pejabat AS–Tiongkok di Malaysia, meski Trump mengisyaratkan pertemuannya dengan Xi Jinping bisa batal.
Di sisi pasokan, kekhawatiran meningkat setelah KTT Trump–Putin ditunda dan tekanan negara Barat terhadap pembeli Asia untuk mengurangi pembelian Minyak Rusia. Harga turut didukung sinyal penurunan stok: sumber Pasar menyebut persediaan Minyak mentah, bensin, dan distilat AS turun pekan lalu (data API).
Selain itu, Departemen Energi AS berencana membeli 1 juta barel untuk Strategic Petroleum Reserve (SPR) di tengah harga yang relatif rendah.(yds)
Sumber: Reuters.com

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.