Asing Masih Net Sell, Tapi Ada Saham Diborong
Pada perdagangan Kamis (11/9/2025), investor asing masih mencatatkan net foreign sell Rp192,1 miliar.
Namun, di balik itu sejumlah saham justru dibeli besar-besaran oleh asing, menandakan potensi rotasi portofolio.
Bank Maspion Jadi Primadona
Data bursa menunjukkan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) mencatat net buy asing terbesar, mencapai Rp491,9 miliar.
Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net buy Rp316,2 miliar.
Sektor Tambang Ikut Jadi Incaran
Selain perbankan, saham tambang juga masuk radar asing:
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp65,6 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp37,3 miliar
10 Saham dengan Net Buy Asing Terbesar
- BMAS – Rp491,9 miliar
- BBRI – Rp316,2 miliar
- MDKA – Rp65,6 miliar
- SMIL – Rp50 miliar
- AMMN – Rp37,3 miliar
- PGAS – Rp28,5 miliar
- NSSS – Rp19,8 miliar
- ASII – Rp18,1 miliar
- ESSA – Rp18,1 miliar
- TAPG – Rp17 miliar
IHSG Rebound, Ditopang Sektor Finansial
IHSG ditutup menguat 0,64% atau 48,90 poin ke level 7.747,91.
Sebanyak 408 saham naik, 263 turun, dan 135 stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp18,43 triliun dari 33,15 miliar saham dalam hampir 2 juta kali transaksi.
Sektor yang Mendorong IHSG
Mayoritas sektor perdagangan berada di zona hijau, dengan penguatan terbesar dari:
- Sektor finansial
- Sektor kesehatan
- Sektor barang baku
Sementara itu, sektor energi, teknologi, properti, dan konsumer non-primer justru melemah.
Dampak bagi Investor dan Strategi Investasi
- Perbankan menjadi fokus utama asing, khususnya BMAS dan BBRI. Ini mengindikasikan kepercayaan pada fundamental sektor finansial.
- Tambang & energi tetap menarik karena prospek komoditas jangka menengah.
- IHSG rebound menandakan pemulihan sentimen, sehingga investor ritel bisa memanfaatkan momentum dengan mencermati saham yang diborong asing.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
