Trump Minta Gubernur The Fed Mundur

Trump Naikkan Tekanan ke The Fed

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanannya terhadap bank sentral AS, Federal Reserve. Kali ini, targetnya bukan hanya Ketua The Fed Jerome Powell, tetapi juga Gubernur Fed Lisa Cook. Trump menyerukan agar Cook segera mundur dari jabatannya setelah muncul isu terkait kepemilikan dua hipotek.

Seruan Lewat Truth Social

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menulis keras:
“Cook harus mengundurkan diri, sekarang juga!!!”
Unggahan itu disertai tautan berita Bloomberg yang menyebut Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA), Bill Pulte, menyerukan pengawasan lebih ketat terhadap Cook. Pulte, sekutu Trump, bahkan mengirim surat kepada Jaksa Agung AS untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum terkait hipotek tersebut.

Cook Tegaskan Tak Akan Mundur

Menanggapi tekanan itu, Cook menyatakan hipotek yang dimaksud diajukan sebelum dirinya bergabung dengan The Fed. Ia menolak mundur hanya karena spekulasi di media sosial.

“Saya tidak ingin diintimidasi untuk mundur dari jabatan saya hanya karena beberapa pertanyaan yang diajukan dalam sebuah twit,” tegas Cook.
Meski begitu, ia berkomitmen menanggapi pertanyaan publik secara transparan dengan menyajikan data akurat terkait riwayat keuangannya.

Dimensi Politik dalam Serangan

Kasus ini dipandang banyak pihak memiliki nuansa politik. Trump dan sekutunya diketahui pernah menargetkan sejumlah tokoh Demokrat dengan tuduhan penipuan hipotek. Cook sendiri adalah wanita kulit hitam pertama yang menjabat Gubernur The Fed Chicago, dipilih langsung oleh Presiden Joe Biden.

Batasan Wewenang Presiden

Meski Trump mendesak pengunduran diri, kewenangan presiden terhadap bank sentral sangat terbatas. Putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini menegaskan bahwa pejabat Fed tidak dapat diberhentikan hanya karena perbedaan kebijakan. Pemberhentian hanya bisa dilakukan jika ada pelanggaran serius.

Trump Tekan Fed Turunkan Suku Bunga

Serangan Trump terhadap Cook juga tidak lepas dari kritiknya terhadap kebijakan moneter. Ia kembali mendesak The Fed memangkas suku bunga besar-besaran dengan alasan inflasi sudah terkendali. Trump menilai suku bunga tinggi merugikan sektor perumahan dan menyebut Ketua The Fed Jerome Powell sebagai “bencana”.

Inflasi Masih Jadi Tantangan

Faktanya, inflasi AS masih berada di 2,7% (Juli 2025), lebih tinggi dibanding beberapa bulan sebelumnya. The Fed berusaha menjaga inflasi tetap stabil di tengah tekanan tarif impor yang diberlakukan pemerintahan Trump, sekaligus memastikan pasar tenaga kerja tidak terganggu.

Masa Jabatan Powell Masih Panjang

Awal tahun, Trump bahkan mengancam akan menggulingkan Powell dengan alasan renovasi kantor pusat The Fed terlalu mahal, meski kemudian menarik ucapannya. Powell sendiri masih akan menjabat hingga Mei 2026.

Sumber: CNBC Indonesia

PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.