Harga emas bertahan di jalur kenaikan kecil pada Selasa malam menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu ini. Pasar menanti sinyal dari Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
๐ Fokus ke Pertemuan The Fed, Imbal Hasil Turun
- Emas spot diperdagangkan di sekitar $3.330 per ons, naik 0,4% pada Selasa.
- Kenaikan dipicu oleh turunnya imbal hasil Treasury pasca lelang obligasi AS tenor tujuh tahun yang kuat.
Penurunan imbal hasil biasanya menguntungkan emas, karena logam mulia tidak menghasilkan bunga. Sementara itu, Indeks Dolar Bloomberg Spot stabil setelah menguat 1,4% dalam empat sesi terakhir.
๐ฆ Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga
Pejabat Federal Reserve diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya, meskipun Presiden Donald Trump kembali menekan Powell agar menurunkan biaya pinjaman. Namun, ketahanan ekonomi AS memberikan dasar kuat bagi kebijakan suku bunga yang stabil untuk saat ini.
Investor kini juga memantau sejumlah data ekonomi yang akan dirilis minggu ini โ termasuk lapangan kerja, inflasi, dan aktivitas industri โ yang akan menjadi landasan proyeksi suku bunga dalam pertemuan September.
๐ Ketegangan Dagang dan Geopolitik Masih Jadi Katalis
Hingga kini, harga emas telah naik lebih dari 25% sepanjang 2025, didorong oleh:
- Agenda tarif Presiden Trump
- Kekhawatiran perang dagang global
- Ketegangan geopolitik di berbagai wilayah
Namun demikian, pasar terlihat mulai kebal terhadap perkembangan negosiasi tarif, meskipun tenggat waktu tarif 1 Agustus semakin dekat. Tanda-tanda kemajuan antara Washington dan Beijing sejauh ini gagal mendorong sentimen risiko secara signifikan.
โ๏ธ Logam Lain Stabil, Paladium Menguat
Pada pukul 08:17 pagi waktu Singapura, kondisi pasar logam mulia:
- Emas spot naik 0,1% menjadi $3.330,13 per ons
- Perak dan platinum nyaris tidak berubah
- Paladium mencatat kenaikan
PT Rifan Financindo Berjangka โ Kvn
Sumber:
