Singapura, 16 Juli 2025 – Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu pagi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangkaian tarif baru yang meningkatkan kekhawatiran pasar akan eskalasi perang dagang global. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk kembali melirik emas sebagai aset pelindung nilai (safe haven).
Harga spot emas tercatat naik 0,2% ke $3.331,47 per troy ounce pada pukul 08:19 waktu Singapura, setelah sebelumnya turun 0,6% pada Selasa. Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak stabil, sementara logam mulia lainnya seperti perak, paladium, dan platinum juga menunjukkan performa yang relatif positif.
🔥 Ketegangan Tarif Kembali ke Permukaan
Presiden Trump menyampaikan bahwa:
- Indonesia akan dikenai tarif sebesar 19%,
- Produk farmasi kemungkinan akan dikenai bea tambahan sebelum akhir bulan,
- Tarif pada semikonduktor juga sedang disiapkan,
- Dan penyelidikan perdagangan telah dibuka terhadap Brasil karena dugaan praktik tidak adil.
Langkah-langkah ini meningkatkan kecemasan pasar mengenai efek lanjutan terhadap rantai pasok global dan pertumbuhan ekonomi dunia.
🏦 Fed vs Inflasi: Apa Dampaknya?
Meskipun laporan inflasi AS yang lemah sempat memicu spekulasi bahwa Federal Reserve dapat menahan suku bunga lebih lama, pasar tetap cemas bahwa tren inflasi tidak cukup meyakinkan untuk membuka jalan bagi pelonggaran moneter. Biasanya, suku bunga tinggi menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding).
Namun, arus masuk ke ETF emas dan pembelian oleh bank sentral global terus memberikan dukungan pada harga, memperkuat daya tarik emas sebagai pelindung nilai jangka panjang.
“Meningkatnya ketegangan tarif dan belum adanya arah pasti dari The Fed menjadikan emas tetap relevan bagi investor yang mencari stabilitas,” ujar analis pasar dari Bloomberg Intelligence.
🟡 Kesimpulan: Arah Masih Bergantung pada Washington & The Fed
Dengan harga emas yang masih berada dalam kisaran sempit dalam beberapa bulan terakhir, para investor kini fokus pada:
- Kepastian arah kebijakan suku bunga AS,
- Dampak konkret dari kebijakan tarif Trump,
- Dan potensi risiko geopolitik tambahan.
Jika ketidakpastian meningkat, potensi emas untuk kembali mendekati rekor tertingginya di atas $3.500 tetap terbuka.
Sumber:
