Sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Indonesian Standard (QRIS), terus memperluas jangkauan lintas negaranya. Meski disorot Amerika Serikat, integrasi QRIS tetap melaju dengan kerja sama internasional yang semakin solid.
Sudah Bisa Digunakan di 3 Negara ASEAN
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengonfirmasi bahwa QRIS kini sudah aktif digunakan di:
- Malaysia
- Thailand
- Singapura
Hal ini memungkinkan wisatawan maupun pekerja migran Indonesia di negara-negara tersebut untuk bertransaksi tanpa uang tunai, cukup dengan memindai QRIS melalui ponsel.
“Ini akan sangat memudahkan, termasuk bagi PMI saat bertransaksi,” ujar Destry.
Segera Menyusul: Korea Selatan hingga Arab Saudi
Tak berhenti di ASEAN, BI juga sedang menjajaki kemitraan sistem pembayaran dengan empat negara baru:
- Korea Selatan
- India
- Uni Emirat Arab (UEA)
- Arab Saudi
Negosiasi dan integrasi sistem sedang dalam proses. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam konektivitas keuangan regional dan global.
AS Soroti QRIS Sebagai Hambatan Perdagangan
Namun, perlu dicatat bahwa sistem QRIS juga mendapat sorotan dari pemerintah Amerika Serikat melalui dokumen resmi Foreign Trade Barriers 2025 dari USTR (United States Trade Representative).
AS menilai Peraturan BI No. 21/2019 mengenai standarisasi QRIS dan Peraturan GPN sebagai hambatan bagi pelaku industri luar negeri. Kritik utama AS meliputi:
- Minimnya pelibatan pemangku kepentingan internasional saat penyusunan QRIS
- Batasan kepemilikan asing maksimal 20% dalam skema Gerbang Pembayaran Nasional (GPN)
- Ketentuan wajib kerja sama dengan switching GPN lokal yang mendapat persetujuan dari BI
- Keharusan transfer teknologi sebagai prasyarat kemitraan
Imbas terhadap Strategi Investasi dan Pasar Keuangan
Bagi investor, perlu memahami bahwa meski QRIS mendapat kritik dari AS, sistem ini berpotensi menjadi katalis positif dalam perluasan sistem keuangan digital Indonesia, terutama dalam integrasi lintas negara dan pengurangan ketergantungan terhadap uang tunai.
Ke depan, makin luasnya pemanfaatan QRIS juga bisa mendongkrak volume transaksi ritel lintas batas dan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi berbasis teknologi finansial.
Kesimpulan:
QRIS bukan sekadar alat transaksi, melainkan bagian dari strategi transformasi digital Indonesia. Meski ada tantangan geopolitik dan regulasi, potensi jangka panjangnya terhadap efisiensi ekonomi dan daya saing regional sangat menjanjikan.
Sumber: CNBC Indonesia
PT Rifan Financindo Berjangka – Kvn
